News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Haji 2026

Puncak Haji 2026 Semakin Dekat, Jemaah Diingatkan Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JEMAAH HAJI TAWAF - Jemaah haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (12/5/2026). Jemaah diminta tidak memaksakan ibadah sunnah berlebihan seperti umrah berulang dan thawaf tambahan agar kondisi fisik tetap prima saat wukuf di Arafah.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), para Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengingatkan jemaah haji Indonesia agar lebih bijak menjaga kondisi fisik.

Jemaah, khususnya lansia dan kelompok berisiko tinggi, diminta tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah berlebihan yang dapat menguras tenaga sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.

Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya aktivitas ibadah jemaah di Madinah dan Makkah, mulai dari mengejar shalat Arbain di Masjid Nabawi hingga berulang kali melaksanakan umrah sunnah di Masjidil Haram.

Jemaah Haji Diminta Fokus Persiapan Armuzna

Musyrif Diny, Muhammad Cholil Nafis, menegaskan bahwa menjaga stamina menjelang Armuzna jauh lebih penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian rukun haji dengan optimal.

"Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji. Yang paling utama adalah kesiapan untuk menjalani Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar Kiai Cholil, dikutip dari haji.go.id, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, jemaah yang telah berniat melaksanakan ibadah sunnah tetap memperoleh pahala meski tidak dapat menunaikannya karena kondisi kesehatan atau uzur tertentu.

Karena itu, lansia maupun jemaah dengan keterbatasan fisik diminta tidak memaksakan diri untuk terus-menerus beraktivitas di masjid.

"Kalau sudah punya niat baik untuk shalat di masjid lalu terhalang karena kondisi kesehatan atau demi menjaga stamina, insyaAllah tetap mendapatkan pahala," katanya.

Ibadah di Hotel Tetap Bernilai Pahala

Kiai Cholil menjelaskan, jemaah yang tinggal di sekitar kawasan Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram tetap dapat beribadah dari hotel atau pemondokan tanpa harus merasa khawatir kehilangan pahala.

Baca juga: Langsung ke Makkah, Jemaah Haji Diingatkan Pahami Larangan Ihram

Menurutnya, ibadah tidak harus selalu dilakukan dengan aktivitas fisik yang berlebihan, terlebih di tengah cuaca panas dan kepadatan jemaah menjelang puncak haji.

Ia menilai sebagian jemaah terkadang terlalu bersemangat menjalankan ibadah sunnah hingga melupakan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

Hal senada disampaikan Asrorun Ni'am Sholeh yang mengingatkan agar jemaah tidak terjebak semangat “aji mumpung” selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, ibadah sunnah seperti umrah berulang kali maupun thawaf tambahan sebaiknya dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing.

"Umrah sewajarnya saja, thawaf juga secukupnya. Jangan sampai memforsir tenaga hanya karena ingin sebanyak-banyaknya ibadah sunnah, sementara tenaga itu sangat dibutuhkan saat Armuzna," ujar Ni’am.

Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari ikhtiar ibadah, mengingat rangkaian puncak haji membutuhkan kondisi fisik prima di tengah suhu panas Arab Saudi.

Wukuf di Arafah Jadi Inti Ibadah Haji

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini