TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seperti telah diprediksi sebelumnya, Emanuel Macron akhirnya memenangi Pilpres Perancis putaran kedua, Minggu (7/5/2017) waktu setempat.
Proyeksi hasil penghitungan suara memperlihatkan Macron, politisi tengah pro-Eropa, itu meraih sekitar 65 persen suara.
Ia menyingkirkan saingan satu-satunya, kandidat dari kubu kanan jauh, Marine Le Pen, yang meraih kurang dari 35 persen suara.
Dalam pidato kemenangan, Macron mengatakan halaman baru tengah dimulai dalam sejarah Perancis.
"Saya ingin ini menjadi halaman tentang harapan dan rasa saling percaya," katanya.
Baca: Emmanuel Macron, Calon Presiden Perancis yang Nikahi Guru SMA-nya Dengan Usia 25 Tahun Lebih Tua
Di usia 39 tahun, Macron akan menjadi Presiden Perancis termuda dalam sejarah.
Selain muda, tampangnya yang ganteng rupawan juga memikat banyak perempuan.
Namun siapa sangka dia memiliki istri pendamping hidup yang lebih tua.
Di usianya 39 tahun saat ini, Macron memiliki istri berusia 64 tahun bernama Brigitte Trogneux atau terpaut usia 25 tahun.
Kisah Pertemuan
Ketika mereka pertama kali bertemu, Emmanuel Macron berusia 15 tahun sementara Brigitte Trogneux adalah seorang guru yang sudah menikah berusia 40 tahun, yang mengajar Macron untuk mata pelajaran drama.
Ditetapkan memasuki istana presiden sebagai Ibu Negara, Brigitte Macron akan terus mengajar suaminya, namun pada tahap yang lebih besar sekarang.
Dia selalu berada di sisi Macron selama kampanye, mengatur agendanya, mengedit pidatonya. dan menasihatinya dalam penampilannya di atas panggung.
Untuk pidato kemenangannya setelah memenangkan pemilihan putaran pertama dua pekan lalu, Macron membawa istrinya ke podium dan mengucapkan terima kasih, yang mendapat tepuk tangan meriah
Baca tanpa iklan