TRIBUNNEWS.COM - Twitter telah mengumumkan pada karyawannya, agar bekerja dari rumah.
Perusahaan melakukan hal ini, salah satunya untuk membantu menahan penyebaran Covid-19.
Pada sebuah postingan di blog resmi Twitter, anjuran ini mereka umumkan kepada karyawan di Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan.
Mereka menyebutnya dengan bekerja jarak jauh.
Baca: UPDATE Virus Corona di Indonesia: 339 Orang Diperiksa hingga Pasien di Sukabumi & Cianjur Meninggal
Perusahaan yang bergerak di media sosial ini juga "sangat menyarankan" sebayak 5.000 karyawannya untuk melakukan hal tersebut.
Keputusan ini muncul, setelah perusahaan melarang semua perjalanan bisnis yang tidak penting.
Sejumlah acara intern perusahaan pun, turut dibatalkan.
Media sosial berlambang burung ini, menjabarkan semua keputusan perusahaan pada konferensi pers di Austin, Texas.
Kepala Sumber Daya Manusia (HRD), Jennifer Christie menyebut Twitter hanya ingin ikut serta mengurangi penyebaran Covid-19.
"Tujuan kami adalah untuk menurunkan kemungkinan, penyebaran virus corona Covid-19."
"Bagi kami dan dunia di sekitar kami," jelas Jennifer.
Postingan Twitter ini, berisi tentang tata cara bekerja dari rumah.
"Meskipun ini menjadi perubahan besar, kami sudah bergerak menuju tenaga kerja yang terintegrasi dari jarak jauh."
"Kami adalah pelayanan global dan kami berkomitmen memungkinkan siapa saja dan di mana saja bekerja di Twitter," tambah Jennifer.
Baca: Ciri-ciri Orang Terkena Virus Corona, Berikut 11 Cara Pencegahan Covid-19
Kepala Eksekutif Twitter, Jack Dorsey mendukung gerakan kerja jarak jauh ini.
Baca tanpa iklan