News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Begini Media Internasional Memberitakan Pilpres Amerika Serikat, Ada yang Anggap Memalukan

Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemberitaan media internasional mengenai Pemilu Amerika Serikat 2020.

TRIBUNNEWS.COM - Pilpres Amerika Serikat 2020 menjadi momentum yang tak terlupakan dalam sejarah pemilihannya.

Tak hanya warga Amerika Serikat, seluruh dunia turut mengamati dinamika Pilpres di negara adidaya tersebut.

Kampanye oleh petahana Donald Trump dan mantan wakil presiden AS, Joe Biden, di tengah pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya memberi dunia luar wawasan tentang masalah yang penting bagi pemilih Amerika.

Pemungutan suara juga menyoroti polarisasi politik yang telah memecah para pemilih Amerika.

Pilpres Amerika Serikat 2020 dianggap penting, karena presiden berikutnya tidak hanya akan membentuk masa depan negara, tetapi juga lanskap politik internasional.

Baca juga: 4 Tahun Lalu Hasil Polling Pilpres AS Meleset, Trump Justru Menang, Apakah Kini akan Terulang Lagi?

Hal itu menjadi fokus di seluruh media internasional di dunia.

Berikut ringkasan tentang apa yang media asing beritakan dan pikirkan tentang Pilpres Amerika Serikat 2020 pada 3 November 2020, dilansir CNBC.com:

1. Media Inggris

Dalam memberitakan Pilpres Amerika Serikat 2020, media Inggris fokus pada kemungkinan hasil pemilu.

Beberapa media di negara ini juga menyoroti konflik yang berlarut-larut atas perhitungan suara, dan bahkan potensi kerusuhan di jalanan pasca pengumuman hasil Pemilu.

Surat kabar sayap kiri, Guardian, membuat tajuk utama liputannya tentang pemilihan dan jam-jam terakhir kampanye para kandidat.

Pemberitaan Guardian.com mengenai Pemilu AS 2020 berjudul "US braces for historic election amid fears democracy is in danger", 3 November 2020. (Tangkap layar Guardian.com)

Guardian juga memberitakan twit Donald Trump pada Senin lalu yang diberi label 'menyesatkan' oleh Twitter.

Twit Trump menyebut, mungkin akan ada kekerasan di jalanan jika penghitungan suara tidak dipersingkat di Pennsylvania.

Baca juga: Wall Street Memprediksi Joe Biden akan Menang Pilpres AS, Saham Ditutup Lebih Tinggi

Sementara itu, surat kabar Telegraph yang condong sayap kanan juga memimpin tajuk utamanya tentang kekhawatiran atas hasil pemilihan yang disengketakan.

Liputannya berjudul "Amerika bersiap menghadapi kekerasan akibat pemilu dengan toko-toko ditutup dan Garda Nasional bersiaga."

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini