News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Impeachment Donald Trump

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan Dua Kali, Dinilai Hasut Kerusuhan Capitol

Ekspresi Donald Trump ketika mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, 3 November 2020. Amerika yang terpecah akan pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Selasa di tengah pandemi terburuk dalam satu abad dan krisis ekonomi untuk memutuskan apakah akan memberi Presiden Donald Trump empat tahun lagi atau kirim Demokrat Joe Biden ke Gedung Putih. Jumlah pemungutan suara awal yang memecahkan rekor - lebih dari 100 juta - telah diberikan dalam pemilihan yang membuat negara itu gelisah dan sedang diawasi dengan ketat di ibu kota di seluruh dunia. Biden sementara mengungguli Trump dalam perhitungan sementara.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump dimakzulkan untuk kedua kalinya pasca kerusuhan di Gedung Kongres AS.

Pada Rabu (13/1/2021), Trump mencetak sejarah baru karena menjadi Presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali.

Sepekan sebelum dia resmi meninggalkan Gedung Putih, Trump menjadi presiden yang dimakzulkan DPR dua kali.

DPR menuduh Trump melakukan kejahatan tingkat tinggi dan pelanggaran ringan karena menghasut pendukungnya untuk melakukan serangan ke Gedung Kongres.

Sikap Trump dalam 13 bulan sejak pemakzulan pertama, membuat Partai Demokrat lebih serius kali ini.

DPR yang diketuai Nancy Pelosi ini menuntut Trump dengan hasil pemungutan suara 232-197.

Mayoritas menyetujui Trump dimakzulkan lagi karena seluruh anggota DPR dari Demokrat sepakat ditambah 10 orang dari Partai Republik.

Dokumen empat halaman pemakzulan yang disetujui DPR pada Rabu (13/1/2021) berpendapat bahwa Trump berusaha menghasut pendukungnya, menurut laporan CNBC.

Baca juga: Usai Dimakzulkan, Donald Trump Janjikan Transisi Pemerintahan AS Berlangsung Aman

Baca juga: Donald Trump Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya akibat Kerusuhan di Capitol

pesan damai Donald Trump (BBC)

Trump dikatakan memberi tahu pendukung soal klaim penipuan pemilu yang membuatnya kalah dari Joe Biden, selama berbulan-bulan.

Bahkan presiden juga disebut mendesak massa-nya ini menentang hasil Pilpres 2020, sebelum kerusuhan di Gedung Kongres terjadi.

Halaman
123

Berita Populer