News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pejabat Istana Kerajaan Yordania Ditangkap, Diduga Terlibat Upaya Gulingkan Raja Abdullah II

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raja Abdullah Minggu (1/2/2015) mengatakan “seluruh upaya sedang dilakukan untuk membebaskan pilot pahlawan Yordania” Muath al-Kaseasbeh.

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, AMMAN - Hassan bin Zaid, seorang anggota keluarga Kerajaan Yordania dan Utusan untuk Arab Saudi serta orang kepercayaan Raja Abdullah II, Basem Ibrahim Awadallah, telah ditangkap pada hari Sabtu kemarin.

Seperti yang dilaporkan kantor berita negara Petra, mengutip sumber keamanan kerajaan.

Dua pejabat senior istana serta 'seorang lainnya' yang tidak disebutkan namanya dikabarkan ditangkap karena alasan keamanan setelah dilakukannya 'tindak lanjut keamanan yang ketat'.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Yousef Huneiti disebut mengatakan bahwa saudara tiri Raja Abdullah, yakni Hamzah bin Al Hussein diminta untuk menghentikan 'gerakan dan kegiatan yang digunakan untuk menargetkan' keamanan dan stabilitas Yordania.

Namun Huneiti kemudian membantah laporan media yang mengklaim bahwa 'Pangeran Hamzah' yang juga mantan putra mahkota Yordania itu telah ditahan atau dijadikan tahanan rumah.

Sebelumnya, The Washington Post mengutip pernyataan seorang penasihat istana Yordania, bahwa sekitar 20 pejabat telah ditangkap.

Mereka ditangkap karena diduga merencanakan kudeta untuk menggulingkan Raja Abdullah II dan menggantikannya dengan Pangeran Hamzah, dalam sebuah tindakan yang secara serius dapat 'mengancam stabilitas negara'.

Unit militer dilaporkan terlihat di luar istana Pangeran Hamzah di Amman pada Sabtu malam.

Rekaman yang beredar secara online diduga menunjukkan kehadiran banyak polisi di ibu kota Yordania itu.

Selain anggota keluarga kerajaan, dugaan 'persekongkolan' itu juga disebut melibatkan pejabat keamanan dan pemimpin suku.

Laporan media menggambarkannya sebagai hal yang 'rumit' dan diduga melibatkan pemain regional.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (4/4/2021), seorang penasihat istana Yordania mengatakan bahwa kemungkinan akan terjadi lebih banyak penangkapan.

Dalam video yang disiarkan oleh BBC, Pangeran Hamzah membantah terlibat dalam 'konspirasi atau organisasi jahat maupun kelompok yang didukung asing pihak asing'.

Kerajaan mengklaim bahwa Pangeran Hamzah hanya menjadi tahanan rumah namun pengajuan keamanan baginya ditolak.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini