News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Pidato PM Malaysia di Parlemen: Jangan Bertengkar dan Cari Kesalahan, Mari Bersatu Hadapi Covid-19

Editor: hasanah samhudi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin berbicara kepada awak media selama kunjungannya ke pusat vaksinasi di Sunway Pyramid Convention Center di Petaling Jaya 27 Juni 2021.

Muhyiddin mengatakan pemerintah akan terus memantau situasi di setiap negara bagian dengan cermat, termasuk mengambil tindakan intervensi yang diperlukan.

Baca juga: Covid-19 di Malaysia Melonjak, 20.000 Dokter Muda Ancam Mogok Kerja

Baca juga: Warga Malaysia di Singapura Ajukan Petisi agar Bisa Pulang Tanpa Menjalani Karantina Berbayar

"Selain itu, pemerintah akan terus melakukan penilaian risiko termasuk menilai kesiapan setiap negara untuk pindah ke fase dua, tiga atau empat," katanya.

Malaysia telah mencatatkan infeksi harian melonjak meskipun sebagian besar sektor ekonomi ditutup dan membuat orang tetap di rumah.

Hari Minggu (25/7) kemarin, tercatat 17.045 kasus baru yang merupakan rekor tertinggi tiga hari berturut-turut.

Penambahan kasus baru itu membuatĀ  jumlah total kasus di atas angka satu juta sejak Pandemi Covid-19 dimulai.

Namun Infeksi harian turun sedikit menjadi 14.516 kasus pada hari Senin (26/7) ini.

Baca juga: Tak Hanya Indonesia, Kasus Covid-19 Juga Melonjak Tajam di Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar

Baca juga: Diminta Mundur oleh UMNO, PM Muhyiddin Kini Dapat Dukungan Penuh dari Kabinet Malaysia

Wilayah Lembah Klang - yang terdiri dari ibu kota Malaysia Kuala Lumpur dan negara bagian Selangor yang paling padat penduduknya - terus menyumbang sebagian besar infeksi.

Negara bagian Johor mengalami lonjakan kasus menjadi 1.449, melampaui kasus di Kuala Lumpur.

Memperhatikan bahwa kasus dapat melonjak di daerah-daerah tertentu, Muhyiddin mengatakan pemerintah akan bergerak untuk memperketat pembatasan pergerakan berdasarkan wilayah, alih-alih menerapkan pembatasan menyeluruh di seluruh negara bagian atau teritori.

Pada hari Minggu, 5,4 juta orang, mewakili 16,5 persen dari populasi negara itu, telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19. Lebih dari 11,5 juta orang, atau 35,2 persen dari populasi, telah menerima setidaknya satu dosis. (Tribunnews.com/NST/TST/Hasanah Samhudi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini