Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal, Komuro kehilangan ayah dan kedua kakek-neneknya di usia muda, menurut laporan media setempat.
Setelah lulus dari Universitas Kristen Internasional Tokyo pada tahun 2014, Komuro bekerja di sebuah firma hukum di Tokyo.
Ia lalu mendapatkan beasiswa untuk belajar hukum di Fordham School of Law di New York.
Sementara itu, pendidikan Putri Mako membawanya ke arah lain.
Pada tahun 2014, ia menjalani pendidikan di Universitas Leicester di Inggris sebagai siswa pertukaran sebelum lulus dengan gelar master dalam studi museum dan galeri seni.
Tak lama setelah itu, Mako dan Komuro bersatu kembali.
Pada 2017, mereka mengumumkan pertunangan mereka kepada publik Jepang.
Dalam konferensi pers, sang putri mengatakan dia jatuh cinta dengan "senyum cerah seperti matahari" Komuro.
Ia juga telah menyadari dari waktu ke waktu bahwa Komuro adalah sosok yang "tulus, berpikiran kuat, pekerja keras dengan hati yang besar."
Media Jepang menjulukinya "Pangeran Laut," diambil dari karakter yang ia mainkan dalam kampanye wisata pantai untuk kota Fujisawa, selatan Tokyo.
Semua tampak baik-baik saja, tetapi kemudian muncul masalah.
Pasangan itu telah merencanakan pernikahan pada tahun 2018.
Tetapi pernikahan mereka diundur.
Rumah tangga Kekaisaran mengatakan penundaan itu karena "kurangnya persiapan."