News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pernah Jadi Contoh Penanganan Covid-19 yang Baik, Jerman Kini Catat 50.000 Kasus Baru per Hari

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tanda-tanda bertuliskan 'Kami menolak berjabat tangan' (kiri) dan 'Akses hanya untuk orang yang divaksinasi, pulih, atau memiliki tes negatif' terlihat di konter sebuah restoran di Ludwigsburg, Jerman barat daya, pada 11 November 2021, di tengah lonjakan infeksi selama pandemi virus corona.

Tetapi beberapa negara bagian, yang diizinkan untuk menetapkan batasan mereka sendiri, telah menerapkan kembali beberapa aturan dan batasan Covid-19.

Jerman Tidak Menjadi Contoh Lagi?

September 2020 lalu, Jerman dipuji atas tanggapan awalnya terhadap pandemi Covid-19, mengutip CNBC.

Jerman mengandalkan program testing Covid-19 dan penelusuran yang efisien, serta membangun standar perawatan kesehatan yang tinggi untuk membantu mencegah kasus dan kematian yang meluas.

Respons awal negara itu jauh lebih berhasil daripada negara tetangganya di Eropa Barat, seperti Prancis dan Italia.

Namun, sama seperti tetangganya, upaya vaksinasi Jerman dimulai dengan lambat.

Jerman juga harus menghadapi bagian skeptisisme vaksin yang keras kepala dalam populasinya.

Hingga saat ini, 69,8% populasi di Jerman telah menerima satu dosis vaksin sementara 67,3% populasi telah divaksinasi lengkap.

Dibandingkan dengan Inggris, 79,8% populasinya yang di atas 12 tahun telah divaksinasi lengkap.

Peningkatan tajam kasus Covid-19 baru-baru ini dinilai karena tingkat vaksinasi yang rendah.

Tanda-tanda bertuliskan 'Kami menolak berjabat tangan' (kiri) dan 'Akses hanya untuk orang yang divaksinasi, pulih, atau memiliki tes negatif' terlihat di konter sebuah restoran di Ludwigsburg, Jerman barat daya, pada 11 November 2021, di tengah lonjakan infeksi selama pandemi virus corona. (THOMAS KIENZLE / AFP)

Pekan lalu, menteri kesehatan Jerman, Jens Spahn, mengatakan, "Kita saat ini mengalami pandemi terutama di antara mereka yang tidak divaksinasi dan sangat masif."

Pada hari Kamis, calon pengganti Merkel, Olaf Scholz, mengatakan pusat vaksinasi Jerman harus dibuka kembali dalam upaya untuk mendorong lebih banyak warga untuk divaksinasi.

"Virus itu masih ada di antara kita dan mengancam kesehatan warga," kata Scholz, menteri keuangan sekaligus calon kanselir, dalam pidatonya di parlemen, Reuters melaporkan.

Jerman merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di Eropa.

Seperti tetangganya, lockdown yang diberlakukan pada tahun 2020 dalam upaya untuk membendung penyebaran virus, telah menghantam ekonomi Jerman, yang sekarang juga menderita masalah rantai pasokan berikutnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini