News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Nasib Apes, Pasukan Israel Berniat Serang Lebanon, tapi Malah Lebih Dulu Diserang Hizbullah

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar yang diambil pada tanggal 31 Desember 2023 dari Lebanon selatan ini menunjukkan asap mengepul melintasi perbatasan di Israel-Lebanon di sekitar fasilitas militer di Metula.

TRIBUNNEWS.COM – Hizbullah menyerang pasukan Israel yang sebenarnya sudah bersiap melancarkan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon.

Serangan Hizbullah pada hari Selasa, (22/1/2024), itu menargetkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di baratk Zar’it.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Hizbullah, pihaknya menyerang IDF dengan rudal. Dilaporkan ada korban luka dalam serangan itu.

Dikutip dari Al Manar, sebelumnya pada hari Minggu, Hizbullah juga menembakkan rudal di barak Biranit.

Kemudian, Hizbullah menyerang pos militer Ruweisat al-Qarn yang berada di wilayah Lebanon yang kini diduduki Israel.

Kelompok militan asal Lebanon itu selanjutnya menggempur pos militer Hadab al-Bustan.

Tak hanya itu, Hizbullah juga meluncurkan rudal ke arah permukiman Avivim di Israel untuk membalas serangan udara Israel ke permukiman warga sipil di Lebanon selatan.

Hizbullah bertekad terus dukung Gaza

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hasan Nasrallah menegaskan pihaknya akan terus membantu Gaza.

Dalan suratnya yang dibacakan wakilnya pada forum “Gaza, Simbol Perjuangan”, Nasrallah menyinggung pentingnya memobilisasi kemampuan umat Islam untuk mendukung perjuangan Palestina.

Dia menyebut kekalahan di pihak Israel saat ini jauh lebih parah daripada kekalahan yang diderita Israel saat Perang Enam Hari tahun 1967 silam.

Baca juga: Sudah Gatal Hancurkan Lebanon, Komandan Israel Malah Desak Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Nasrallah berujar perjuangan warga Gaza akan mengarah kepada kemenangan melawan Israel.

Kemudian, dia menegaskan bahwa perjanjian antara sejumlah negara Arab dan Israel ditujukan untuk memicu perpecahan pada umat Islam dan menargetkan perjuangan Palestina.

Dia mengklaim serangan Hamas yang dijuluki Operasi Banjir Al-Aqsa telah mengubah itu semua.

Menurut Nasraallah, pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza bertujuan untuk melenyapkan seluruh jejak kekalahan Israel dalam serangan tanggal 7 Oktober lalu.

Kata dia, perlawanan adalah satu-satunya cara untuk menghadapi Israel.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini