Taal menyebut para mahasiswa itu tidak mendapatkan perlindungan dari institusi mereka.
Baca juga: Universitas Columbia Hadapi Tekanan Politik, Mahasiswa yang Protes Genosida Israel Kemah di Kampus
Kepala Urusan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk pada hari Selasa, (30/4/2024), mengaku “terganggu” dengan tindakan penegakan hukum dan keamanan di kampus AS untuk merespons aksi unjuk rasa.
“Harus dijelaskan bahwa tindakan sah kebebasan berekspresi tidak boleh digabungkan dengan dorongan kepada kekerasan dan kebencian,” kata Turk kepada The Guardian.
Kelompok advokasi juga mengkritik respons kampus atas aksi demonstrasi itu.
Adapun di kampus UCLA, terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa pro-Palestina dan pengunjuk rasa pro-Israel.
Adapun pada hari Selasa para pengunjuk rasa di Universitas Columbia menduduki Balai Hamilton di gedung utama universitas itu.
Sementara itu, para pengunjuk rasa di Cal Poly Humboldt menduduki Balai Siemens selama lebih dari seminggu.
Di Porltand State, demonstran mengambil alih sebuah perpustakaan.
Para pengunjuk rasa meminta kampus mereka untuk memutuskan hubungan dengan organisasi yang diyakini membantu Israel melancarkan perang di Gaza.
(Tribunnews/Febri)