Baru-baru ini Yahya Sinwar dilaporkan muncul di lapangan dan memeriksa para pejuang Hamas.
Hal ini memicu ketidakpuasan yang meluas di publik Israel karena kegagalan mencapai tujuan perang di Jalur Gaza untuk menghancurkan Hamas.
"Badan intelijen Israel setuju dengan penilaian Amerika bahwa Yahya Sinwar dan para pemimpin lainnya tidak berada di Rafah," kata pejabat AS yang dirahasiakan identitasnya, kepada The New York Times, Senin (13/5/2024).
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan