Israel menganggapnya bertanggung jawab atas pembunuhan 67 warga Israel dalam serangkaian operasi yang dilakukan antara tahun 2000. dan tahun 2003.
Hukuman pendudukan terhadapnya digambarkan sebagai “hukuman penjara terlama dalam sejarah”.
Akhir tahun lalu, media Israel mengatakan kalau gerakan Hamas bersikeras bahwa kesepakatan pertukaran tahanan dan tahanan yang akan datang mencakup pembebasan 3 pemimpin Palestina: Abdullah Barghouti, anggota Komite Sentral Gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah), Marwan Barghouti, dan Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Ahmed Saadat.
Israel menolak memasukkan ketiga pemimpin tersebut dalam perjanjian pertukaran tahanan bertajuk "Loyalty of the Free“ pada tahun 2011.
Kesepakatan ini menukar seorang tahanan Israel, tentara IDF Gilad Shalit dengan lebih dari 1.000 tahanan Palestina.
(oln/khbrn/*)
Baca tanpa iklan