Hiromi Iuchi mengatakan sake saat ini terutama diekspor ke Cina, Amerika Serikat, dan Hong Kong. Namun ia berencana memperluas jangkauannya ke pasar lain – termasuk Singapura, Australia, Brasil, dan Meksiko – serta meningkatkan 6% ekspor yang saat ini berjalan ke Eropa.
"Sebagian besar dari hal ini adalah hasil edukasi. Kita perlu bekerja sama dengan sommelier untuk menjelaskan kepada mereka sake mana yang cocok dengan masakan apa, misalnya. Dan mendorong mereka untuk membagikannya kepada pelanggan mereka," katanya.
"Ini tentang menjelaskan budaya sake, memberikan latar belakang kepada orang-orang, dan menjelaskan cara kerjanya dengan masakan Eropa," tambahnya.
"Tetapi saya sangat optimis. Saat ini ada beberapa sake dan shochu yang sangat bagus yang diproduksi di Jepang. Dan saya percaya bahwa jika kita mampu membuat sake populer dan menarik bagi konsumen asing, hal tersebut akan diterima oleh masyarakat Jepang dan mereka akan mulai minum sake lagi."
(ae/hp)
Baca tanpa iklan