Juru bicara itu mengatakan sekutu NATO sedang berkonsultasi mengenai masalah ini.
Dewan keamanan nasional Gedung Putih mengatakan itu tampaknya merupakan contoh perusahaan China yang menyediakan bantuan mematikan bagi perusahaan Rusia yang dikenai sanksi AS.
Gedung Putih belum melihat apa pun yang menunjukkan pemerintah China mengetahui transaksi yang terlibat, tetapi China memiliki tanggung jawab untuk memastikan perusahaan tidak menyediakan bantuan mematikan bagi Rusia untuk digunakan oleh militernya.
Sebelumnya, Reuters melaporkan IEMZ Kupol, anak perusahaan perusahaan senjata milik negara Rusia Almaz-Antey, telah mengembangkan dan menguji terbang model pesawat nirawak baru yang disebut Garpiya-3 (G3) di China dengan bantuan spesialis lokal.
Laporan tersebut mengutip dua sumber dari badan intelijen Eropa dan dokumen yang telah ditinjau.
Donald Trump: Ukraina Sudah Hancur
Mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan Ukraina seharusnya membuat konsesi kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, alih-alih berperang dengan tetangganya yang menginvasi.
"Kesepakatan terburuk akan lebih baik daripada yang kita miliki sekarang," kata Donald Trump di sebuah acara di North Carolina kemarin.
"Kesepakatan apa yang bisa kita buat? Itu hancur ... Rakyatnya sudah mati. Negara ini hancur berkeping-keping," tambahnya.
Setelah Kunjungan Zelensky, AS Beri Bantuan Militer $375 juta untuk Ukraina
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengumumkan bantuan militer senilai $375 juta untuk Ukraina pada hari Rabu, dalam sebuah paket yang mencakup peluncur roket presisi Himars, amunisi cluster, dan kendaraan taktis ringan.
“Amerika Serikat berkomitmen untuk membela Ukraina dari agresi brutal Rusia,” kata Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.
"Washington akan menyebarkan bantuan baru ini secepat mungkin," tambahnya, seperti diberitakan The Guardian.
Zelensky Sebut Rusia Niat Serang Fasilitas Energi Nuklir Ukraina
Zelensky mengatakan kepada PBB, Rusia berencana menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Ukraina.
Ia mengulangi seruannya agar para pemimpin dunia bersatu untuk memaksa Rusia ke meja perundingan guna mencapai perdamaian yang adil.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB kemarin, pemimpin Ukraina tersebut mengatakan ia telah menerima informasi Rusia tengah mengumpulkan informasi intelijen mengenai PLTN Ukraina sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan.