News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Gelar Pembicaraan Terpisah dengan Rusia dan Ukraina di Arab Saudi Minggu Depan

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BENDERA ARAB SAUDI - Foto ini diambil dari Freepik pada Jumat (21/3/2025), menunjukkan ilustrasi bendera Arab Saudi. Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan terpisah di Arab Saudi antara Rusia dan Ukraina untuk melanjutkan pembahasan gencatan senjata sebagian di Ukraina .

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan terpisah antara Rusia dan Ukraina untuk melanjutkan pembahasan gencatan senjata sebagian di Ukraina.

Pertemuan tersebut akan digelar di Arab Saudi pada pekan depan, tepatnya pada hari Senin (24/3/2025).

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan ajudan presiden Rusia, Yuri Ushakov.

Zelensky mengatakan pertemuan tersebut digelar secara bergantian.

"Akan ada pertemuan antara Ukraina dan Amerika, kemudian ada diplomasi bolak-balik, seperti yang dikatakan oleh rekan-rekan Amerika kami, Amerika dengan Rusia," kata Zelensky saat berbicara pada konferensi pers di Oslo pada hari Kamis (20/3/2025), dikutip dari Al Jazeera.

Sementara Ushakov mengatakan pertemuan tersebut tepatnya akan digelar di Riyadh dan membahas tentang keselamatan pengiriman di Laut Hitam.

'Inisiatif' fokus pembicaraan ini sebelumnya telah dibahas oleh Putin dan Trump dalam panggilan telepon pada hari Selasa (18/3/2025).

Dengan adanya pembicaraan terkait inisiatif tersebut, Gedung Putih memutuskan untuk membahas hal tersebut dan kedua pemimpin setuju.

Pertemuan ini tepatnya membahas penerapan gencatan senjata maritim di Laut Hitam, gencatan senjata penuh, dan perdamaian permanen.

Dalam pertemuan ini nantinya, Rusia akan diwakili oleh ketua komite urusan internasional Senat, Grigory Karasin dan penasihat kepala dinas keamanan FSB, Sergei Beseda, dikutip dari Al-Arabiya.

Gencatan Senjata Parsial

Zelensky menyetujui gencatan parsial yang telah disepakati oleh Trump dan Putin.

Keputusan tersebut diungkapkan oleh Zelensky tepat setelah melakukan panggilan telepon dengan Trump.

Baca juga: Ukraina Luncurkan Serangan Drone Besar-besaran, Picu Kebakaran di Lapangan Terbang Engels Rusia

Zelensky menjelaskan hasil dari pembicaraan ini bahwa dirinya sepakat untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi.

“Kami telah menerima sinyal dari Amerika Serikat bahwa kami sedang berbicara tentang gencatan senjata pada fasilitas energi, jadi tidak menyerang infrastruktur energi, dan kami juga berbicara tentang fasilitas infrastruktur sipil," jelasnya.

Presiden Ukraina ini kemudian mengatakan langkah selanjutnya yang akan ia lakukan adalah meminta timnya untuk menyusun daftar jenis fasilitas yang dapat dimasukkan agar tidak terkena serangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini