News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Dampak Perang Tarif: Saham AS Anjlok dan Investor Khawatir

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: timtribunsolo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025).

Ia juga memuji laporan ketenagakerjaan bulan Maret yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja, meskipun laporan tersebut disusun sebelum kebijakan tarif diberlakukan.

Apa Kata Para Kritikus?

Kritik terhadap sikap Trump muncul dari berbagai kalangan, termasuk Senator Demokrat Chuck Schumer yang menyebut presiden hidup dalam "gelembung miliarder".

Apa Prediksi untuk Masa Depan Pasar Global?

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengingatkan bahwa kebijakan tarif ini berpotensi meningkatkan risiko inflasi dan pengangguran.

Ia menegaskan bahwa prospek ekonomi saat ini sangat tidak pasti dan menyatakan bahwa saat ini terlalu dini untuk menentukan respons kebijakan suku bunga bank sentral.

Bagaimana Dampaknya Terhadap Negara Miskin?

Negara-negara miskin juga merasakan dampak dari kebijakan tarif ini.

PBB menyoroti bahwa negara-negara seperti Lesotho, Madagaskar, dan Laos menghadapi tarif tinggi yang berdampak langsung pada pendapatan pemerintah mereka.

Rebeca Grynspan, Sekretaris Jenderal Perdagangan dan Pembangunan PBB, menyatakan bahwa perdagangan tidak seharusnya menjadi sumber ketidakstabilan tambahan.

Apa Risiko Sistemik yang Muncul?

Jurrien Timmer dari Fidelity memperingatkan bahwa jika terjadi rotasi besar-besaran dari saham-saham besar AS ke pasar lain, dampaknya bisa lebih dalam daripada sekadar pelemahan ekonomi biasa.

Emily Bowersock Hill dari Bowersock Capital Partners menekankan bahwa pasar bull sudah mati dan menganggap ini sebagai luka yang dibuat sendiri oleh ideolog pasar.

Dengan semua perkembangan ini, para investor dan analis pasar akan terus memantau situasi secara cermat, mengingat implikasi dari perang tarif ini dapat jauh lebih besar dari yang terlihat saat ini.



Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini