TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Rusia melanggar gencatan senjata sebanyak 2.935 kali pada 20 April 2025, tepat saat perayaan Paskah Ortodoks berlangsung.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Ukrainska Pravda, Zelensky menyebut Moskow tidak menanggapi usulan gencatan senjata penuh.
Zelensky mengatakan Moskow bahkan menolak melakukan embargo serangan jarak jauh terhadap infrastruktur sipil.
Menurut laporan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrsky, wilayah Pokrovske mencatat jumlah serangan terbesar, dengan total 96 operasi penyerangan Rusia di sepanjang garis depan, 1.882 penembakan terhadap posisi Ukraina, termasuk 812 dari senjata berat, serta penggunaan lebih dari 950 drone FPV.
"Tidak cukup bagi Moskow untuk menanggapi usulan gencatan senjata penuh selama 30 hari setelah Paskah," ungkap Zelensky.
Presiden Ukraina itu menyesalkan Rusia tidak menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil.
Ia menegaskan, Ukraina akan merespons setiap serangan dengan tindakan serupa.
Kegagalan gencatan senjata ini juga terjadi di sektor Kursk, di mana komitmen untuk “diam” dari pihak Rusia juga tidak ditepati.
Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengumumkan “Gencatan Senjata Paskah” yang dimulai dari pukul 18.00 tanggal 19 April hingga pukul 00.00 tanggal 21 April waktu setempat.
Tidak sampai satu jam setelah gencatan resmi berakhir, peringatan udara kembali terdengar di wilayah Sumy, Kharkiv, dan Donetsk, menyusul laporan aktivitas jet tempur dan peluncuran bom KAB Rusia.
Zelensky menuding deklarasi gencatan senjata tersebut hanya "upaya mempertaruhkan nyawa rakyat", meski Ukraina telah bersedia melakukan gencatan senjata penuh jika Rusia mematuhinya.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.153: Zelensky Minta Rusia Perpanjang Gencatan Senjata Paskah
Ia juga kembali mengajukan perpanjangan masa “diam” hingga 30 hari ke depan.
Dan menekankan bahwa tidak ada serangan rudal atau drone terhadap infrastruktur sipil selama periode itu.
Pada Minggu (20/4/2025) malam, Zelensky melaporkan bahwa pelanggaran gencatan senjata terus terjadi secara masif di semua garis depan.
Tidak terdengar peringatan udara, yang menunjukkan bahwa format gencatan senjata tanpa serangan udara sebenarnya dapat dijalankan.
Baca tanpa iklan