TRIBUNNEWS.COM, RUSIA - Letnan Jenderal Rusia Yaroslav Moskalik tewas ketika sebuah bom mobil meledak di dekatnya.
Saat itu ia berjalan melewati Balashikha, sebuah kota di luar ibu kota, Moskow, Rusia.
Moskalik adalah wakil kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
Kantor berita Rusia TASS melaporkan ia adalah perwakilan kementerian pertahanan dalam berbagai proses negosiasi dengan Ukraina.
Svetlana Petrenko, Juru Bicara Komite Pemerintah Rusia, mengonfirmasi bahwa Yaroslav Moskalik ada di dalam kendaraan tersebut ketika ledakan terjadi.
"Alat peledak itu memiliki kekuatan yang setara dengan lebih dari 300 gram TNT," kata Petrenko kepada wartawan di Moskow.
Mengapa Hal Ini Penting?
Serangan itu terjadi saat Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff tiba di Moskow untuk berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin soal perdamaian di tengah perang dengan Ukraina.
Serangan yang terus-menerus menghantam kawasan permukiman dan pengeboman seperti ini—meskipun pelakunya sejauh ini belum diketahui—mengancam negosiasi perdamaian Rusia dan Ukraina.
Hal yang Perlu Diketahui
Alat peledak rakitan yang menewaskan Moskalik berisi serpihan, kata pihak berwenang kepada TASS.
Selain itu ada tabung gas di dalam kendaraan yang menjadi bahan bakar ledakan.
Mobil itu berada di luar unit perumahan.
Rekaman video yang dibagikan dari lokasi kejadian memperlihatkan mobil yang terbakar dan jasad seorang pria di tengah kerusakan akibat hangus.
Satu rekaman video memperlihatkan momen ledakan.
Pada 17 Desember 2024 lalu, seorang jenderal Rusia lainnya yakni Letnan Jenderal Igor Kirillov juga meninggal akibat ledakan bom.
Baca tanpa iklan