News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Suriah

Mengapa Israel Serang Suriah dan Apa Hubungannya dengan Druze? Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONFLIK SURIAH - Tangkap layar YouTube Firstpost 17 Juli 2025, memperlihatkan pasukan Israel dan kelompok Druze berkumpul di Dataran Tinggi Golan, perbatasan Suriah. Israel melancarkan serangan terhadap Suriah, dengan dalih ingin melindungi kaum Druze.

TRIBUNNEWS.COM – Israel melancarkan gelombang serangan terhadap Suriah pekan ini.

Serangan tersebut bahkan menghantam istana kepresidenan dan Kementerian Pertahanan di Damaskus.

Israel menyatakan bahwa serangan itu bertujuan untuk melindungi kelompok minoritas Druze di Suriah, khususnya di wilayah Sweida.

Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang konflik terbaru ini, sebelum gencatan senjata tercapai.

1. Mengapa Israel Menyerang Suriah?

Mengutip The Washiongton Post, serangan Israel bermula dari konflik sektarian di perbatasan selatan Suriah, Sweida, tempat kelompok Druze dan Badui terlibat bentrokan, Minggu (13/7/2025).

Bentrok antara Druze dan Badui menewaskan sekitar 100 orang, menurut JPost.

Kemudian pada hari Senin (14/7/2025), pasukan pemerintah Suriah turun tangan, menguasai setidaknya satu desa Druze di wilayah tersebut.

Di hari yang sama, Israel terlibat dalam konflik tersebut, dengan IDF menyerang beberapa tank yang bergerak maju menuju Sweida.

Israel mengklaim ingin melindungi komunitas Druze.

KONFLIK SURIAH - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic yang diambil pada 4 Maret 2025, memperlihatkan kelompok Druze dalam laporan yang mengulas ketertarikan Israel terhadap Druze. (Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic)

2. Siapa Druze dan Siapa Badui?

Druze adalah kelompok agama minoritas yang populasinya tersebar di Suriah, Lebanon, Yordania, dan Israel.

Kelompok ini berakar dari Islam Syiah, meskipun juga mengintegrasikan ajaran dari berbagai agama lain, serta mengembangkan teologi khas selama berabad-abad.

Baca juga: Suriah Cap Israel Biang Kerok Kekacauan Usai Gempur Sweida, Tewaskan 350 Warga

Tokoh agama yang paling dihormati dalam kelompok ini adalah Yitro, ayah mertua Nabi Musa, yang juga dikenal sebagai Syuaib atau Rehuel dalam beberapa tradisi.

Kaum Druze tidak menerima pemeluk baru; sebagian besar anggotanya diyakini merupakan keturunan langsung dari pengikut awal ajaran ini pada abad ke-11.

Selama perang saudara di Suriah, komunitas Druze terpecah antara pendukung Bashar al-Assad — yang menawarkan otonomi dan pembebasan dari wajib militer — dan mereka yang menentangnya, dilansir WTOP.com.

Hingga bentrokan minggu ini, kaum Druze masih terbagi antara mereka yang ingin bergabung dengan pemerintahan baru dan yang ingin mempertahankan otonomi.

3. Mengapa Druze dan Badui Bentrok?

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini