Militer Iran memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan AS akan "segera dihancurkan dan dijadikan abu" jika fasilitas energi Iran diserang.
Tindakan militer yang menghancurkan infrastruktur di pulau itu akan menjadi pukulan besar bagi Iran.
Langkah tersebut juga akan menandai eskalasi signifikan dalam konflik. Harga minyak dunia kemungkinan akan melonjak lebih tinggi lagi, dan hal itu berpotensi mendorong Iran menyerang lebih banyak infrastruktur minyak di kawasan Timur Tengah.
Memasuki pekan kedua perang, Iran masih memiliki kemampuan meluncurkan ratusan drone bermuatan bahan peledak ke negara-negara tetangganya di Teluk maupun ke kapal-kapal yang melintas.
Potensi target serangan itu bahkan bisa meluas ke infrastruktur vital, seperti instalasi desalinasi yang menyediakan air minum bagi jutaan orang.
Justin Crump, analis militer sekaligus mantan perwira Angkatan Darat Inggris, mengatakan bahwa serangan udara tersebut merupakan upaya Donald Trump untuk mencegah Iran meningkatkan eskalasi konflik.
"Dia menampilkan tindakannya sebagai bentuk belas kasihan, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa ia bisa menghukum IRGC lebih keras" dengan menargetkan fasilitas minyak, ujar Crump—yang juga CEO konsultan intelijen Sibylline—kepada program Today di BBC Radio 4.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa tujuan perang adalah agar rakyat Iran bangkit dan menggulingkan rezim Republik Islam Iran.
Meskipun belakangan Trump menyampaikan alasan lain untuk perang tersebut, Crump mengatakan bahwa menargetkan infrastruktur minyak di Pulau Kharg adalah hal yang "sulit" karena akan menghancurkan jalur ekonomi utama Iran untuk jangka waktu panjang.
"Itu tidak banyak menjanjikan untuk masa depan mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa ketika infrastruktur minyak di pulau itu dihancurkan pada masa perang Iran-Irak pada 1980-an dan perlu waktu lama untuk membangunnya kembali.
Apakah AS akan berupaya merebut Pulau Kharg?
Ada spekulasi mengenai kemungkinan pasukan AS suatu saat akan mencoba merebut Pulau Kharg.
Penguasaan pulau itu bukan hanya akan memutus ekspor minyak Iran, tetapi juga memberi AS posisi strategis untuk melancarkan serangan terhadap daratan Utama Iran.
Laporan media AS menyebut kapal-kapal amfibi yang membawa hingga 5.000 personel marinir dan pelaut kini dikirim ke Teluk, sehingga menambah spekulasi tersebut.
Pentagon menolak berkomentar.
Baca tanpa iklan