News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dapatkah Iran Pulihkan Kepercayaan Negara-Negara Teluk?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dapatkah Iran Pulihkan Kepercayaan Negara-Negara Teluk?

Sejak dimulainya perang Iran, negara-negara Teluk terpaksa ikut menangkis ribuan serangan rudal dan drone Iran yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat dan infrastruktur energi sipil.

Pada hari Senin(1/6), Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya tengah menangkal serangan rudal dan drone, setelah sebelumnya AS mengumumkan telah menyerang lokasi radar dan pesawat nirawak di selatan Iran.

Karena secara geografis berdekatan dengan Iran dan juga beraliansi dengan Washington, negara-negara Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (GCC) rentan menjadi sasaran saat tensi AS-Iran meningkat.

Dalam skenario yang mungkin terjadi, perang berakhir lewat negosiasi dengan rezim Iran yang berkuasa. Pertanyaan bagi negara-negara di kawasan: Bagaimana negara-negara GCC dan Teheran dapat melanjutkan hubungan dalam jangka panjang?

Negara-negara Arab Teluk telah menyampaikan kepada Washington bahwa sekadar mengakhiri perang tidaklah cukup. Mereka bersikeras bahwa kemampuan Iran untuk menebar ancaman keamanan di kawasan lewat gempuran rudal dan drone harus dilemahkan.

"Jika Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan dan Iran mengakhiri permusuhannya dengan Barat, Iran harus mengambil langkah-langkah diplomatik dan ekonomi untuk memperbaiki kondisi regional dan hubungan dengan negara-negara tetangganya,” kata Babak Dorbeiki, seorang analis politik yang berbasis di London yang juga pernah bekerja di Pusat Penelitian Strategis Iran.

Dorbeiki mengatakan kepada DW bahwa dari perspektif Teheran, negara-negara GCC yang menjadi sasaran dalam perang saat ini bukanlah "aktor netral,” melainkan turut berperan mendukung upaya menekan Iran, baik dengan menampung pasukan AS, memberikan bantuan logistik, atau mendukung aksi militer secara tidak langsung.

Dalam jangka pendek, Dorbeiki mengatakan bahwa negara-negara tetangga Iran kemungkinan akan memandang Teheran dengan kecurigaan yang mendalam dan kehati-hatian. Situasi ini tidak hanya berpengaruh pada diplomasi, tetapi juga rute perdagangan, infrastruktur regional, serta koridor transportasi dan energi di masa depan.

Negara-negara Teluk inginkan stabilitas regional

Pada akhir April, para pemimpin negara-negara GCC berkumpul untuk pertama kalinya di Arab Saudi guna mengoordinasikan respons terhadap serangan Iran.

Sejak dimulainya perang pada 28 Februari hingga diumumkannya gencatan senjata pada 8 April, Iran telah meluncurkan lebih dari 4.000 rudal dan pesawat nirawak ke sasaran-sasaran di wilayah GCC, yang sebagian besar berhasil dicegat.

Meskipun frekuensi serangan Iran telah mereda, ekonomi dan infrastruktur negara-negara Teluk masih rentan di tengah ketidakstabilan regional. Selama pembicaraan GCC pada April, Kementerian Luar Negeri Qatar memperingatkan kemungkinan terjadinya ‘konflik yang tertimbun' yang dapat meledak sewaktu-waktu dikarenakan alasan politik.

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan Iran harus menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga jika ingin terus memajukan diplomasi, sementara Arab Saudi memperingatkan Teheran untuk tidak menjadikan negara-negara Teluk lainnya sebagai target.

Selama perang AS-Israel melawan Iran, Teheran telah menjauhi beberapa negara yang pernah memberikan bantuan di masa lalu.

UEA, bersama dengan negara-negara non-GCC seperti Irak dan Turki, punya peranan penting dalam dalam perdagangan, keuangan, dan saluran re-ekspor. Hal ini memberikan ‘ruang bernafas' bagi Iran di tengah gempuran sanksi internasional. Persaingan memang ada, terutama di pasar minyak dan gas, namun keseimbangan secara praktis berfungsi relatif stabil.

Jika negara-negara Teluk berkoordinasi dengan ketidakpercayaan terhadap Teheran, konsekuensinya dapat melampaui politik dan merambah ke perdagangan, logistik, serta pembangunan regional jangka panjang.

Pentingnya faktor geografis

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini