Ringkasan Berita:
- Perusahaan Jepang, Toyo Denki, memperoleh pesanan peralatan kelistrikan untuk 48 gerbong MRT Jakarta Fase 2A yang akan melayani perpanjangan jalur Bundaran HI hingga Kota
- Komponen yang dipasok mencakup sistem penggerak, motor traksi, hingga sistem informasi kereta
- Proyek MRT Jakarta yang didukung pinjaman Jepang ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029 untuk meningkatkan konektivitas transportasi ibu kota
Laporan Wartawan Koresponden Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perusahaan Jepang, Toyo Denki Seizo, mengumumkan telah memperoleh pesanan peralatan kelistrikan untuk 48 gerbong baru MRT Jakarta yang akan digunakan pada proyek perpanjangan Jalur Utara-Selatan MRT Jakarta Fase 2A.
Pesanan tersebut diterima dari Nippon Sharyo (Nihon Sharyo), produsen kereta asal Nagoya, yang bersama Sumitomo Corporation sebelumnya memenangkan kontrak pengadaan 48 gerbong MRT Jakarta Fase 2A senilai sekitar 17 miliar yen atau lebih dari Rp1,8 triliun.
Dalam pengumuman pada 29 Mei 2026, Toyo Denki menjelaskan bahwa perusahaan akan memasok berbagai komponen utama sistem kelistrikan kereta, termasuk perangkat kontrol penggerak, motor traksi utama, perangkat roda gigi, sambungan transmisi tenaga (TD coupling), alat pengumpul arus listrik, pengendali utama, serta sistem informasi kereta.
Proyek MRT Jakarta Fase 2A merupakan bagian dari pengembangan jalur Utara-Selatan yang memperpanjang rute dari Bundaran HI hingga kawasan Kota, Jakarta Utara.
Jalur ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2029.
Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Proyek MRT Fase 2A: HI-Monas Tersambung 2027
MRT Jakarta sendiri merupakan proyek yang dibangun dengan dukungan Pemerintah Jepang melalui skema pinjaman yen (yen loan).
Jalur pertama MRT Jakarta mulai beroperasi pada Maret 2019 dan menjadi sistem transportasi massal modern pertama di Indonesia.
Toyo Denki bukan pemain baru dalam proyek perkeretaapian Indonesia. Sebelumnya perusahaan tersebut telah memasok peralatan kelistrikan untuk 96 gerbong MRT Jakarta Fase 1 dan 192 gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Dengan tambahan kontrak terbaru ini, jumlah total gerbong MRT Jakarta Jalur Utara-Selatan yang dipasok oleh Nippon Sharyo dan Sumitomo Corporation mencapai 144 gerbong.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui operator MRT Jakarta menargetkan pembangunan Fase 2A selesai pada 2029.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi dari pusat Jakarta menuju kawasan Kota Tua dan Jakarta Utara, sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan