Program Nyamuk Dunia (World Mosquito Program), organisasi yang dijalankan oleh Universitas Monash di Australia, juga memerangi nyamuk penyebar penyakit di berbagai negara. Mereka melepaskan nyamuk yang telah diinfeksi bakteri Wolbachia di 15 negara di benua Asia, Oseania, dan Amerika.
Berdasarkan pemantauan Program Nyamuk Dunia, Wolbachia dapat diwariskan dari satu generasi nyamuk ke generasi berikutnya, sehingga dalam jangka panjang mampu menurunkan jumlah nyamuk yang menyebarkan penyakit.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa "di wilayah dengan tingkat Wolbachia yang tinggi, kami tidak melihat adanya wabah demam berdarah." Dengan demikian, tampaknya memang ada
cara untuk menekan populasi Aedes aegypti.
Namun, apakah langkah ini etis? Apakah manusia berhak melakukan intervensi terhadap alam hingga sejauh ini? Haruskah kita mengurangi populasi suatu spesies, bahkan spesies hama, hanya karena kita memiliki kemampuan untuk melakukannya? Para ahli entomologi menjawab, ya.
"Saya ‘mencintai' nyamuk," kata Burkett-Cadena. "Sebagian besar spesies nyamuk sama sekali tidak membahayakan manusia dan sebenarnya merupakan organisme yang indah. Namun, di banyak tempat, kehidupan manusia benar-benar terancam oleh spesies nyamuk invasif. Karena itu, mereka yang bertanggung jawab melindungi nyawa manusia harus mengambil tindakan."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diterjemahkan oleh Cinta Zanidya
Editor: Yuniman Farid
Baca tanpa iklan