Selain itu, Sikorski mendesak Eropa untuk bersiap mendukung Ukraina selama tiga tahun ke depan.
“Ukraina merencanakan perang ini selama tiga tahun, yang merupakan hal bijaksana,” katanya.
“Kita perlu meyakinkan Putin bahwa kita siap tetap bertahan setidaknya selama tiga tahun itu,” tambahnya.
2. Zelensky Cabut Kewarganegaraan Wali Kota Odesa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menangguhkan kewarganegaraan wali kota Odesa, Gennadiy Trukhanov.
Langkah itu diambil setelah dinas keamanan Ukraina (SBU) menuduh Trukhanov memiliki paspor Rusia.
SBU menyebut sang wali kota memiliki kewarganegaraan Rusia dan “memiliki paspor internasional yang sah dari negara agresor.”
Trukhanov, yang menjabat sejak 2014, membantah tuduhan tersebut dan menyebut pencabutan kewarganegaraan itu tidak sah.
“Mencabut kewarganegaraan saya secara efektif akan menggulingkan saya dari jabatan wali kota,” ujarnya dalam video di Telegram.
“Saya tidak pernah menerima paspor Rusia. Saya warga negara Ukraina,” tegasnya.
Ia menambahkan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai wali kota dan membawa kasus ini ke pengadilan.
3. Wali Kota Odesa dan Tokoh Pro-Kremlin Dicabut Kewarganegaraannya
Gennadiy Trukhanov, yang dulu dikenal berhaluan pro-Rusia, kini berubah sikap sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.
Ia secara terbuka mengecam Rusia dan fokus membela Odesa serta membantu tentara Ukraina.
Baca juga: Zelensky: Gencatan Senjata Gaza Bawa Harapan untuk Ukraina-Rusia
Odesa sendiri telah menjadi sasaran serangan berat dari pasukan Rusia.
Sumber pemerintah Ukraina mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa penari balet Sergei Polunin juga kehilangan kewarganegaraannya.
Polunin diketahui sebagai pendukung vokal Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca tanpa iklan