News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Donald Trump Desak Vladimir Putin Akhiri Perang Ukraina

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRUMP PUTIN ZELENSKY - Tangkapan layar yang diambil pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan Presiden AS Donald Trump (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (14/10/2025), Trump mengatakan Putin harus mengakhiri perang di Ukraina.

Selain itu, politisi pro-Kremlin Oleg Tsaryov — yang selamat dari upaya pembunuhan di Krimea pada 2023 — juga dicabut kewarganegaraannya.

Dikutip dari The Guardian, Tsaryov saat ini berada di bawah sanksi internasional dan menjadi buronan polisi Ukraina.

4. Bantuan Militer Eropa ke Ukraina Turun Tajam

Bantuan militer dari negara-negara Eropa untuk Ukraina dilaporkan menurun tajam pada musim panas tahun ini.

Laporan Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia pada Selasa menyebut, total bantuan militer yang dikirim atau dialokasikan sebesar €3,3 miliar (US$3,8 miliar) pada Juli dan Agustus 2025.

Angka itu setara dengan rata-rata €1,65 miliar atau Rp31,7 triliun per bulan, turun 57 persen dibandingkan rata-rata Januari–Juni yang mencapai €3,85 miliar atau Rp74,1 triliun per bulan.

Secara keseluruhan, bantuan militer dari seluruh dunia turun 43 persen dalam periode yang sama.

Penurunan itu terjadi meskipun Kanada baru saja mengumumkan paket bantuan besar pada akhir Agustus.

5. Rusia Siap Kerahkan Dua Juta Cadangan Sukarelawan

Parlemen Rusia tengah menyiapkan amandemen undang-undang untuk memungkinkan pengerahan hingga dua juta sukarelawan cadangan militer ke Ukraina.

Amandemen tersebut akan memungkinkan mobilisasi dilakukan bahkan di masa damai, bukan hanya saat darurat militer atau perang diumumkan.

Rusia sendiri menyebut invasinya ke Ukraina sebagai “operasi militer khusus,” bukan perang.

Media pemerintah dan kantor berita RBC melaporkan, rancangan amandemen membatasi masa penugasan sukarelawan cadangan maksimal dua bulan setiap kali dikerahkan.

6. Delapan Wilayah Ukraina Gelap Akibat Serangan Rusia

Pemadaman listrik terjadi di delapan wilayah Ukraina setelah infrastruktur energi rusak akibat serangan Rusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.329: Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin

Ukrenergo, operator sistem energi Ukraina, mengatakan pemadaman darurat dilakukan di Sumy, Kharkiv, Poltava, Dnipropetrovsk, Kirovograd, Kyiv, dan Cherkasy.

“Situasi dalam sistem energi masih sulit akibat serangan Rusia sebelumnya,” kata pernyataan resmi Ukrenergo, Selasa (14/10/2025).

Perusahaan listrik swasta DTEK kemudian mengumumkan pembatalan pemadaman terencana di Kyiv.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini