News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin-Trump Batal Bertemu Minggu Ini, Kremlin Beri Jawaban

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTIN KE ALASKA - Foto diunduh dari website Kremlin, Sabtu (16/8/2025) memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) di Alaska pada Jumat, 15 Agustus 2025. Trump menyambut Putin yang tiba di Anchorage, Alaska, sebelum pembicaraan keduanya pada hari Jumat. -- Pada 21 Oktober, media Barat melaporkan pertemuan Putin-Trump ditunda dan tidak terjadi minggu ini di Hongaria.

TRIBUNNEWS.COM - Rencana pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Budapest, Hongaria, dikabarkan telah ditunda dan tidak akan terjadi minggu ini.

Kabar ini muncul setelah panggilan telepon yang tidak produktif antara Menteri Pertahanan AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Lavrov yang menyebabkan ditundanya pertemuan Trump dan Putin.

Seorang diplomat senior Eropa mengatakan Rusia bersikeras untuk tidak mengubah posisinya tentang Ukraina yang harus menyerahkan seluruh wilayah Donbas sebagai syarat mengakhiri perang. 

"Dan saya berasumsi Lavrov memberikan omongan yang sama, dan Rubio seperti: 'Sampai jumpa lagi'," kata diplomat itu kepada Reuters.

Diplomat Eropa lainnya berpikir bahwa menjadi jelas bahwa tidak akan ada kesepakatan untuk Trump di Budapest.

Trump telah mengumumkan pekan lalu bahwa ia dan Putin akan segera bertemu di Hongaria untuk mencoba mengakhiri perang di Ukraina. 

Putin berulang kali menegaskan bahwa perang dapat berakhir dengan segera jika Ukraina menyerahkan wilayahnya yang diduduki Rusia.

Kabar Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia dengan Ukraina memasuki hari ke-1.337 pada Rabu (22/10/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Sekitar pukul 02.51 waktu setempat, satu orang dilaporkan terluka akibat penembakan di Zaporizhzhia.

Sebelumnya, empat orang dilaporkan tewas dalam serangan 20 pesawat tanpa awak kamikaze Rusia, sementara ratusan ribu orang kehilangan listrik dan air di wilayah Chernihiv, Ukraina, pada hari Selasa.

Baca juga: Rusia Tembak Jatuh Jet Su-30SM Sendiri di Krimea, Rostov Porak-poranda Dihajar Drone Ukraina

Kementerian Energi Ukraina mengatakan Kota Chernihiv dan wilayah utara provinsi tersebut kehilangan pasokan listrik setelah serangan tersebut, namun kembali normal pada sore hari, lapor Suspilne.

Perang Rusia–Ukraina berakar dari ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Setelah merdeka, Ukraina kerap berselisih dengan Rusia terkait perbatasan, identitas nasional, dan arah politik.

Krisis memuncak pada 2014 ketika Revolusi Maidan menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych, yang dikenal pro-Rusia.

Pemerintah baru Ukraina kemudian mendekat ke negara-negara Barat, langkah yang dianggap Moskow sebagai ancaman terhadap pengaruhnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini