Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa proses ini melibatkan peninjauan mendalam terhadap cabang Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia.
Organisasi ini telah dicap sebagai teroris di Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, meski masih memiliki hubungan dengan Qatar dan Turki, negara yang mendukung Hamas, dilansir The Arab Weekly.
Analisis dan Dampak Internasional
Rami Khouri, peneliti Universitas Amerika di Beirut, menilai keputusan Trump lebih ditujukan untuk khalayak domestik dan pendukung Partai Republik daripada memengaruhi Timur Tengah.
Ia mencatat langkah ini muncul saat AS mencoba memperkuat gencatan senjata di Gaza, yang sebagian besar diabaikan oleh Israel dan dipatuhi Hamas.
Trump menegaskan kepada Just the News bahwa penunjukan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris akan dilakukan “dengan cara paling kuat dan efektif,” dan dokumen final sedang disusun.
Baca juga: Amerika Serikat Menetapkan Houthi Yaman atau Ansarallah Sebagai Organisasi Teroris Asing Versi AS
Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) adalah sebuah gerakan Islam internasional yang didirikan pada tahun 1928 di Mesir oleh Hassan al-Banna.
Organisasi ini awalnya dibentuk sebagai gerakan sosial-keagamaan yang mendorong pembaruan moral, pendidikan Islam, dan solidaritas umat.
Ikhwanul Muslimin kemudian berkembang menjadi kekuatan politik dengan cabang di berbagai negara Timur Tengah.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan