Persiapan ini dilakukan di bawah arahan National Defense Strategy yang sama, namun berbenturan dengan keterbatasan anggaran serta kebutuhan modernisasi yang menumpuk.
Pada rancangan anggaran tahun fiskal 2025, AU memilih memangkas belanja pengadaan senilai 1,6 miliar dolar AS dan mengalihkannya ke pos riset, pengembangan, uji coba, dan evaluasi. Konsekuensinya, pembelian pesawat tempur berkurang 12 unit.
Sebaliknya, AL Amerika yang kini juga terlibat operasi di Laut Merah, memprioritaskan biaya operasi dan personel. Anggaran pengadaan relatif datar, sementara riset dan pengembangan turun 5 persen.
Baca tanpa iklan