Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 6 mil (10 kilometer) dan diikuti oleh beberapa gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil.
Tak Berdampak Bagi Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga mencatat kejadian gempa bumi ini.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan episenter gempabumi terletak pada koordinat 60.359 derajat LU dan 139.546 derajat BB pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona lempeng micro Yakutat.
Gempa bumi ini memiliki mekanisme geser (strikeslip).
"Hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia dihimbau agar tetap tenang," ungkap Daryono, Minggu.
Hingga pukul 04.05 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitude M5.6 dan M5.3.
Adapun jarak titik gempa dengan wilayah perairan Indonesia timur sekitar 10.000 km.
(Tribunnews.com/Gilang P)
Baca tanpa iklan