TRIBUNNEWS.COM - Ukraina melancarkan serangan drone terhadap dua anjungan minyak Rusia di Laut Kaspia.
Serangan tersebut menyasar anjungan Filanovsky dan Korchagin yang dioperasikan oleh raksasa energi Rusia, Lukoil.
Lukoil adalah perusahaan minyak dan gas terbesar milik swasta di Rusia.
Lukoil didirikan pada 1991, tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet, dan berkantor pusat di Moskow.
Perusahaan ini bergerak di seluruh rantai energi, mulai dari eksplorasi dan produksi minyak dan gas, pengolahan, hingga distribusi dan pemasaran.
Seorang pejabat senior Dinas Keamanan Ukraina, SBU, mengatakan serangan dilakukan pada Jumat menggunakan drone jarak jauh.
Reuters melaporkan, drone tersebut merusak peralatan penting di kedua anjungan dan memaksa penghentian sementara produksi minyak.
Anjungan Filanovsky, yang merupakan bagian dari ladang minyak terbesar Rusia di Laut Kaspia, dilaporkan telah diserang untuk kedua kalinya dalam sepekan.
Sumber SBU menyebut serangan terbaru menghantam lebih dari 20 sumur produksi, menghentikan aliran minyak dan gas dari fasilitas tersebut.
Reuters mencatat, Laut Kaspia berjarak lebih dari 700 kilometer dari perbatasan terdekat Ukraina, sehingga serangan ini menandai peningkatan signifikan kemampuan drone jarak jauh Kyiv.
Kyiv Independent melaporkan, operasi dilakukan oleh unit khusus Alpha SBU sebagai bagian dari kampanye sistematis untuk melemahkan pendapatan Rusia dari sektor energi.
Baca juga: Rusia Isyaratkan Tak Suka Proposal Perdamaian Ukraina yang Baru, tapi Kyiv Setujui Poin-poin Penting
“SBU terus bekerja untuk mengurangi kemampuan Rusia membiayai agresinya,” kata sumber tersebut kepada Kyiv Independent dengan syarat anonim.
The Guardian melaporkan, serangan ini merupakan bagian dari strategi Ukraina memperluas target ke infrastruktur energi Rusia di luar wilayah Eropa Rusia.
Sepanjang 2025, Ukraina meningkatkan serangan terhadap kilang minyak, fasilitas gas, dan kapal tanker yang mengangkut minyak Rusia.
Baca tanpa iklan