Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, YAMAGUCHI – Di pesisir barat Prefektur Yamaguchi, Jepang, terdapat sebuah kawasan kecil bernama Akiho. Sekilas tampak seperti kota nelayan biasa. Namun bagi masyarakat Jepang, Akiho memiliki julukan khas: “kota udang”.
Kini, Akiho menggelar matsuri atau festival yang menampilkan udang dari Indonesia, yakni Black Tiger, pula.
“Udang ini adalah bahan berkualitas tinggi dengan rasa manis yang kuat, umami, serta tekstur montok. Ini juga merupakan ‘udang merah kaki’ goreng yang didaratkan di Kota Ube,” ungkap pengelola toko Michi no Eki, Ai Kurihara, Minggu (14/12/2025).
Festival ini akan kembali digelar pada 25 hingga 30 Desember mendatang.
“Akiho terkenal sebagai kota udang. Saya mulai mengumpulkan berbagai jenis udang dan ingin semua orang mencicipinya,” ujarnya.
Baca juga: Setelah Sempat Setop Dua Bulan, Udang RI Akhirnya Masuk Pasar Amerika Lagi, Total 32 Ton
Julukan tersebut merujuk pada udang kuruma ebi (車海老) — udang premium Jepang yang dikenal bercita rasa manis, bertekstur kenyal, dan menjadi bahan favorit restoran kelas atas.
Dari Akiho, udang-udang terbaik itu berangkat menuju dapur-dapur kaiseki, restoran tempura ternama, hingga hotel berbintang di berbagai kota Jepang.
Tradisi Budidaya dari Generasi ke Generasi
Budidaya kuruma ebi di Akiho telah berkembang sejak puluhan tahun lalu.
Warga setempat memanfaatkan perairan pesisir yang tenang serta kandungan nutrisi alami yang stabil, menciptakan lingkungan ideal bagi udang berkualitas tinggi.
Berbeda dengan produksi massal, petani udang Akiho menerapkan kontrol ketat dari benih hingga panen.
Setiap tahap diperhatikan secara detail—mulai dari kualitas air, pakan, hingga waktu panen—karena sedikit saja kesalahan dapat memengaruhi rasa dan tekstur udang.
“Udang Akiho harus sempurna saat sampai di meja makan,” menjadi prinsip tak tertulis para pembudidaya setempat, tambahnya.
Udang sebagai Identitas Kota
Bagi Akiho, udang bukan sekadar hasil laut, melainkan identitas daerah.
Nama Akiho kerap diasosiasikan langsung dengan kuruma ebi, bahkan oleh warga Jepang sendiri.
Baca tanpa iklan