News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

PM Thailand Mengaku Tak Ada yang Perlu Dijelaskan ke DK PBB soal Serangan ke Kamboja

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan Thailand pada 9 Januari 2023. Anutin menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya sudah bisa melihat situasi serangan ke Kamboja dengan jelas.

Namun demikian, Anutin mengaku langkah terbaru yang sekarang ini tengah mereka gencarkan adalah upaya pencegahan penyelundupan minyak melalui Laos menuju Kamboja.

Hal ini dilakukan pihak Thailand dengan menutup perlintasan perbatasan di Chong Mek, Provinsi Ubon Ratchathani sehingga jalur distribusi BBM ke Kamboja secara ilegal akan terputus.

Namun demikian, Anutin enggan membicarakan lebih lanjut terkait tindakan terbaru Thailand tersebut dan menyarankan awak media untuk menghubungi pihak militer serta Komandan Wilayah Angkatan Darat ke-2 yang secara langsung menangani dan mengeluarkan perintah operasional dalam masalah tersebut.

Militer Thailand Bantah Klaim Trump

TRUMP TELEPON THAILAND - Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). (YouTube Reuters)

Pihak militer Thailand sebelumnya juga telah membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut dirinya telah membuat pihak Kamboja menyepakati gencatan senjata.

Klarifikasi ini diumumkan oleh Kolonel Richa Suksuwanon selaku Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (13/12/2025).

Sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya, melalui media sosial Truth Social Trump mengklaim bahwa dirinya telah menjalani "dialog yang sangat positif" dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul serta Perdana Menteri Kamboja Hun Manet terkait gencatan senjata.

Menurut pernyataan yang disampaikan Trump, Thailand dan Kamboja telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran sementara waktu.

Seorang wartawan yang hadir dalam konferensi pers pun mengklarifikasi apakah gencatan senjata benar-benar akan dilaksanakan sesegera mungkin seperti apa yang diklaim Trump. 

Dikutip dari Thairath, Richa menyatakan bahwa tidak ada satupun orang di pihaknya yang dapat mengonfirmasi klaim Trump tersebut.

Hal ini terjadi karena menurut Richa segala pernyataan dan tindakan dari pihak Kamboja sangatlah bertolak belakang secara total. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun Kamboja mengklaim ingin bernegosiasi untuk gencatan senjata dan menandatangani Deklarasi Bersama, situasi di lapangan sangat berbeda dengan apa yang tertulis.

Baca juga: Thailand Kecewa Berat dengan Trump Soal Ranjau Kamboja, Sebut AS Tak Paham Masalah

Richa juga meragukan klaim Trump tersebut mengingat serangan pihak Kamboja terhadap Thailand masih terus berlangsung hingga kini dan pihaknya harus merespons.

Ia juga kembali menegaskan bahwa Thailand sendiri bukanlah pihak yang melakukan agresi dan hanya bertindak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. 

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kedua belah pihak tidak dapat sepenuhnya mempercayai klaim gencatan senjata yang dipublikasikan oleh Trump

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini