News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kremlin Tak Mau Eropa Terlibat Pembicaraan soal Perang Rusia-Ukraina

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Selasa (23/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Pabrik Motovilikha pada 19 September 2025. -- Pada 16 Desember 2025, Kremlin menolak partisipasi Eropa dalam pembicaraan soal upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, termasuk soal jaminan keamanan.

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Rusia menentang partisipasi Eropa dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina berdasarkan proposal yang diajukan AS. 

“Partisipasi Eropa, dalam hal penerimaan, bukanlah pertanda baik,” kata Dmitry Peskov, Selasa (16/12/2025), seperti diberitakan Izvestia.

Ia juga mengatakan Rusia belum diberitahu tentang hasil pembicaraan terbaru antara Zelenskyy dan para pemimpin Eropa yang dilaksanakan di Berlin, Jerman pada hari Senin (15/12/2025).

Sebelum putaran pembicaraan baru antara Rusia dan Amerika Serikat dapat berlangsung, Rusia perlu memahami hasil konsultasi yang diadakan oleh AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa di Berlin pada 14-15 Desember 2025.

"Pertama-tama kita perlu melihat apa yang dihasilkan dari pembicaraan yang dilakukan Amerika dengan Ukraina dengan partisipasi Eropa," kata Dmitry Peskov, ketika ditanya kapan putaran negosiasi Rusia-AS berikutnya dapat diharapkan, dikutip dari Pravda.

Perwakilan Ukraina termasuk Presidennya, Volodymyr Zelenskyy, bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan timnya serta para pemimpin Eropa di Berlin pada hari Minggu dan Senin.

Pertemuan itu membahas proposal perdamaian yang diajukan AS dan upaya untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1393 pada Rabu (17/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Perang Rusia–Ukraina berakar dari perubahan geopolitik pascaruntuhnya Uni Soviet, ketika Ukraina memilih mendekat ke Barat melalui keinginannya bergabung dengan NATO dan Uni Eropa, yang dipandang Rusia sebagai ancaman. 

Baca juga: Ukraina Dukung Gagasan Gencatan Senjata Natal dengan Rusia, Zelensky: Tergantung Moskow

Ketegangan meningkat setelah Revolusi Maidan 2014, aneksasi Krimea, dan konflik di Donbas. 

Berbagai upaya diplomasi gagal meredakan situasi hingga Rusia melancarkan invasi penuh pada 24 Februari 2022, yang kemudian memicu kecaman internasional serta sanksi Barat dan dukungan militer besar bagi Ukraina.

Sejak dimulai tiga tahun lalu, perang kedua negara itu mengalami berbagai perkembangan, berikut ini kumpulan berita terbaru mengenai perang Rusia dan Ukraina.

  • Jerman Dukung Ukraina Soal Jaminan Keamanan

Kanselir Jerman Friedrich Merz mendukung Ukraina agar mendapatkan jaminan keamanan dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) jika gencatan senjata dengan Rusia tercapai.

"Di bawah jaminan pasca-gencatan senjata yang diberikan oleh Amerika Serikat dan Eropa kepada Ukraina, pasukan penjaga perdamaian dalam keadaan tertentu dapat memukul mundur pasukan Rusia," kata Kanselir Jerman Friedrich Merz kepada televisi publik ZDF pada hari Selasa (16/12/2025).

Ia mengatakan ini masih merupakan prospek yang jauh. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini