Ketegangan semakin meningkat setelah terjadinya Revolusi Maidan pada 2014.
Pada tahun yang sama, Rusia mengambil alih wilayah Krimea, sementara bentrokan bersenjata pecah di kawasan Donbas.
Berbagai upaya diplomasi telah dilakukan, namun tidak mampu menghentikan konflik.
Situasi mencapai titik puncak ketika Rusia melancarkan serangan militer besar ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Invasi tersebut mendapat kecaman dari banyak negara, diikuti dengan penerapan sanksi berat terhadap Rusia oleh negara-negara Barat serta peningkatan bantuan militer dan ekonomi untuk Ukraina.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru terkait perang Rusia–Ukraina yang dihimpun dari berbagai sumber.
-
Zelenskyy: Ukraina Butuh Pendanaan Baru
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa negaranya akan kesulitan finansial jika Ukraina tidak mendapat sumber pendanaan baru.
Zelenskyy mengatakan dia tidak tahu bagaimana hasil pembicaraan dalam KTT Eropa di Brussels, Belgia pada Kamis (18/12/2025).
Namun, ia mendesak negara Eropa untuk mengamankan pendanaan baru untuk Ukraina karena negaranya menghadapi defisit 45-50 miliar Euro (sekitar Rp 878 – 975 triliun) untuk tahun depan.
Dia memperingatkan bahwa Ukraina perlu mengurangi produksi drone, jika tidak menerima lebih banyak uang pada musim semi.
“Jika perang berlanjut, Ukraina akan menggunakan bantuan keuangan untuk produksi drone,” katanya.
Zelenskyy mengatakan Ukraina melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mengakhiri perang, namun tidak ada jaminan proses ini akan berhasil, terutama mengingat komentar Rusia yang mengisyaratkan kurang mendukung perdamaian.
Menurutnya, Ukraina harus berada dalam posisi untuk tetap kuat dan terus mampu berperang.
Dalam kunjungannya ke KTT Eropa, Zelenskyy melakukan percakapan yang baik dengan politisi Belgia, Bart De Wever, dan mereka saling memahami posisi masing-masing, tetapi karena Ukraina sedang berperang, mereka menghadapi risiko yang lebih besar, dikutip dari TASS.
-
Zelenskyy Tegaskan Ambisi Ukraina untuk Gabung NATO
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap bahwa presiden AS sebelumnya, Joe Biden mengindikasikan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, bahkan sebelum perang Rusia pecah pada tahun 2022.
Baca tanpa iklan