TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran dan Venezuela atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan pesawat nirawak atau drone rancangan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington, Teheran, dan Caracas.
Al Jazeera melaporkan, sanksi yang diumumkan Departemen Keuangan AS pada Selasa (30/12/2025) menargetkan Empresa Aeronautica Nacional SA (EANSA).
EANSA merupakan perusahaan Venezuela yang dituduh membantu pengadaan dan perakitan drone buatan Qods Aviation Industries Iran.
Qods Aviation Industries Iran sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Washington.
Selain EANSA, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap ketua perusahaan tersebut, Jose Jesus Urdaneta Gonzalez.
Ia dituding berkoordinasi dengan perwakilan militer Venezuela dan Iran dalam produksi kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah Venezuela.
“Departemen Keuangan meminta pertanggungjawaban Iran dan Venezuela atas proliferasi senjata mematikan yang agresif dan sembrono di seluruh dunia,” kata Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, John K. Hurley, dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan, Washington akan terus mengambil langkah cepat untuk memutus akses jaringan industri militer Iran terhadap sistem keuangan Amerika Serikat.
Sanksi tersebut, membekukan seluruh aset pihak yang ditargetkan di AS.
Sanksi juga melarang warga dan entitas Amerika melakukan transaksi keuangan dengan pihak-pihak tersebut.
Menurut Departemen Keuangan, Teheran dan Caracas telah berkoordinasi dalam penyediaan drone ke Venezuela sejak 2006.
Baca juga: Perketat Tekanan, Trump Sanksi Iran dan Venezuela Atas Perdagangan Senjata
Washington juga menyoroti peran Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL).
MODAFL telah dikenai sanksi sejak 2020 atas keterlibatannya dalam pengadaan dan penjualan senjata.
AP News melaporkan, dalam paket sanksi terbaru ini, AS turut menargetkan total 10 individu dan entitas dari Iran dan Venezuela.
Baca tanpa iklan