Target sanksi mencakup warga Iran yang diduga terlibat dalam pengadaan bahan kimia untuk program rudal balistik.
Sanksi juga menyasar jaringan perusahaan yang terkait dengan Rayan Fan Group.
Rayan Fan Group merupakan perusahaan induk Iran yang sebelumnya juga telah dikenai sanksi oleh AS.
Langkah tersebut, menurut Washington, dimaksudkan untuk mendukung pemberlakuan kembali sanksi PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya.
Iran selama ini membantah tuduhan Barat.
Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai.
Sanksi ini diumumkan sehari setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida, Trump mengatakan, AS siap melakukan serangan lebih lanjut.
Ancaman tersebut, disampaikan jika Iran membangun kembali kemampuan rudal atau program nuklirnya.
“Sekarang saya mendengar bahwa Iran mencoba membangun kembali kekuatannya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka,” ujar Trump, dikutip Al Jazeera.
Iran merespons cepat ancaman tersebut.
Baca juga: AS Gempur Dermaga Narkoba Venezuela, Serangan Terpisah di Pasifik Tewaskan Dua Orang
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa setiap agresi terhadap negaranya akan dibalas dengan keras.
Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan membawa konsekuensi serius.
Di saat bersamaan, pemerintahan Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Venezuela.
Le Monde melaporkan, Washington mengaitkan sanksi drone ini dengan kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Baca tanpa iklan