TRIBUNNEWS.COM, CARACAS — Bagi warga Caracas, 3 Januari 2026 seharusnya menjadi hari untuk memulihkan diri dari sisa-sisa kemeriahan Tahun Baru. Namun, tepat pada pukul dua dini hari, ketika aroma kembang api masih tertinggal di udara, langit ibu kota Venezuela itu mendadak robek oleh kilatan cahaya oranye yang bukan berasal dari perayaan.
Sebuah operasi militer tak terduga oleh Amerika Serikat, diperintahkan oleh Presiden Donald Trump, telah dimulai. Sasaran utamanya: penangkapan dan pengusiran Nicolás Maduro.
Namun, bagi warga biasa seperti José, Mathias, Gabriela, María Lourdes, Patricia, dan Josefina, itu adalah awal dari mimpi buruk yang mengerikan, sebuah kronik kepanikan yang tak terlupakan.
Pukul 01:30 pagi, José baru saja tiba di rumahnya di kawasan Fuerte Tiuna, dekat instalasi militer vital Caracas.
Lima belas menit kemudian, saat air membasahi tubuhnya di kamar mandi, listrik padam. Ledakan pertama mengguncang.
"Saya kira itu trafo listrik, tapi suaranya berbeda; sangat dekat dan keras," kenang José menceritakan pengalamannya kepada Connectas.
Detik berikutnya, raungan pesawat dan helikopter merobek kesunyian, diikuti oleh serangkaian bom yang meledak.
Telanjang, José berlari menuju jendela, matanya terpaku pada gunung di belakang Fuerte Tiuna. "Sebuah bom jatuh. Cahaya oranye terangnya menyilaukan mataku, dan gelombang kejutnya mengguncang bangunan."
Insting bertahan hidup menguasainya. Dalam gelap, ia meraba-raba pakaian, mencari kunci mobil, meraih ponsel yang sekarat, lalu bergegas menuruni 11 lantai.
Di lantai dasar, kepanikan massal menyambutnya. Bom-bom terus berjatuhan. Ia teringat kucingnya.
"Kucing itu ketakutan dan bersembunyi," katanya, menjelaskan momen nekat kembali ke apartemen, meraih kucingnya, dan beberapa lembar uang tunai.
Saat menuruni tangga lagi, suara bom berhenti, digantikan oleh rentetan tembakan, "papapapa, papapapa."
José keluar dari gedung seperti orang gila, di tengah sorotan lampu helikopter.
Ia melaju di jalur berlawanan, bergabung dengan arus kendaraan yang melarikan diri, menjauh dari neraka yang baru saja menimpa kota.
Layar 'Stranger Things' Menjadi Nyata
Di El Bosque, Chacao, Mathias tak bisa tidur. Pukul 01:55 pagi, ia asyik menonton 'Stranger Things' di Netflix.
Baca tanpa iklan