TRIBUNNEWS.COM - Somaliland mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan Israel terkait kerja sama keamanan, termasuk kemungkinan pendirian pangkalan militer di wilayah yang memisahkan diri dari Somalia tersebut.
Somaliland adalah wilayah yang berada di sisi utara wilayah negara Somalia yang memproklamirkan memisahkan diri dari negara kesatuan Somalia pada 1991.
Israel menjadi salah satu negara yang mengakui secara resmi Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada 26 Desember 2025.
Kepala Departemen Politik Kementerian Luar Negeri Somaliland, Deqa Qasim mengatakan, diskusi tersebut mencakup isu keamanan dan stabilitas kawasan.
Kepada Channel 12 Israel, Rabu (7/1/2026), Qasim mengakui bahwa opsi pendirian pangkalan militer Israel di Somaliland 'sedang dipertimbangkan dan dibahas,' meski realisasinya masih bergantung pada hasil perjanjian diplomatik kedua pihak setelah pembukaan kedutaan.
Pengakuan ini muncul tak lama setelah pemerintah Somaliland sebelumnya membantah tudingan Somalia soal kerja sama militer dan rencana pendirian pangkalan asing.
Namun, Qasim menegaskan bahwa kerja sama keamanan di masa depan kemungkinan mencakup pemberantasan terorisme serta pengamanan maritim di kawasan Tanduk Afrika yang strategis.
Al Mayadeen melaporkan, pembahasan tersebut menguat setelah kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar ke Somaliland.
Kunjungan itu dilakukan sekitar 10 hari setelah Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.
Times of Israel menyebutkan, Sa’ar dijadwalkan bertemu Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi untuk membahas peningkatan hubungan bilateral, termasuk bidang keamanan dan diplomasi.
Somaliland telah lama mencari pengakuan internasional sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia.
Hingga kini wilayah itu belum diakui oleh mayoritas negara dan lembaga internasional.
Wilayah Somaliland berada di sepanjang Teluk Aden, jalur pelayaran penting yang dekat dengan Yaman.
Baca juga: Somaliland Sudah Jadi Target Zionis Sebelum Negara Israel Resmi Berdiri
Kawasan tersebut kerap menjadi titik ketegangan regional.
Faktor geografis ini dinilai meningkatkan kepentingan strategis kawasan bagi Israel, terutama terkait keamanan maritim.
Baca tanpa iklan