Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ricard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Jepang telah memasuki era masyarakat multietnis. Ini ditandai jumlah penduduk asing tembus 3,95 juta orang per 30 Juni 2025 atau setara 3,2 persen dari total populasi.
Dari jumlah penduduk asing itu, 230 ribu di antaranya merupakan WNI.
"Di balik lonjakan itu, ada fakta yang mengejutkan bagi Indonesia: WNI di Jepang pada Juni 2025 mencapai 230.000 orang, masuk jajaran 7 besar komunitas asing di Negeri Sakura," ungkap Ippei Torii (鳥井一平), penggerak The Solidarity Network with Migrants Japan (SMJ) serta Zentoitsu Workers Union (ZWU), tanggal 7 Januari 2026.
Yang paling mencolok adalah Indonesia menjadi negara nomor 2 terbanyak untuk pemagang (技能実習生) di Jepang di bawah Vietnam.
Berdasarkan data Kementerian Kehakiman Jepang per Desember 2024, jumlah 技能実習生 (pemagang teknis) mencapai 456.595 orang. Dari angka itu:
Vietnam: 212.141 orang (46,5%).
Indonesia: 110.965 orang (22,1%) per Juni 2025.
Filipina: 40.700 orang
Baca juga: Pengusaha Jepang Ini Ungkap Penyiar akan Jadi Profesi Pertama yang Hilang karena AI
Myanmar: 35.844 orang
China: 25.960 orang
"Artinya, hampir seperempat pemagang di Jepang berasal dari Indonesia, sebuah peran raksasa yang sering luput dari sorotan publik," tekannya lagi.
Bukan Hanya Tokyo-Osaka
Data juga menunjukkan WNI tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat besar.
Tokyo memang menampung banyak penduduk asing (738.946) dengan WNI 12.837.
Osaka memiliki penduduk asing 333.564 dengan WNI 11.380. Aichi bahkan mencatat WNI 16.196.
Baca tanpa iklan