Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi mengumumkan pembubaran majelis rendah parlemen (Shūgiin) dan menyerahkan penilaian kepemimpinannya kepada rakyat melalui pemilu cepat.
Terungkap berikut naskah lengkap pidato PM Sanae Takaichi saat jumpa pers, Senin (19/1/2026) selama satu jam mulai jam 18.00 waktu Jepang.
Saudara-saudari,
Hari ini, sebagai Perdana Menteri Jepang, saya telah mengambil keputusan untuk membubarkan majelis rendah parlemen (Shūgiin) pada tanggal 23 Januari.
Mengapa sekarang?
Karena saya berpandangan bahwa tidak ada pilihan lain selain meminta rakyat sebagai pemegang kedaulatan untuk memutuskan: apakah Sanae Takaiichi layak memimpin pemerintahan Jepang atau tidak.
Slogan saya adalah: “Menjadikan Kepulauan Jepang kuat dan makmur.”
Jika kita tidak segera memulai langkah-langkah besar sekarang, kita tidak akan sempat mengejar ketertinggalan.
Baca juga: Warga Jepang Ciptakan Foto Porno Artis Pakai AI, Raup Rp1,1 Miliar
Oleh karena itu, Kabinet Takaiichi telah memulai pergeseran besar kebijakan-kebijakan penting yang menyangkut fondasi negara, termasuk kebijakan ekonomi dan fiskal yang benar-benar baru.
Kebijakan besar yang saya serukan dalam pemilihan Ketua LDP, serta kebijakan yang tercantum dalam perjanjian koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin no Kai), akan mulai dijalankan secara penuh melalui APBN Tahun Fiskal Reiwa 8 (FY 2026) dan berbagai rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah yang akan dibahas di parlemen tahun ini.
Banyak dari kebijakan tersebut tidak tercantum dalam janji kampanye LDP pada pemilu parlemen sebelumnya.
Selain itu, pada pemilu DPR sebelumnya, bahkan kemungkinan bahwa saya, Sanae Takaiichi, akan memegang kendali pemerintahan negara pun belum pernah diperkirakan.
Keputusan pembubaran parlemen adalah keputusan yang sangat berat.
Ini adalah keputusan untuk tidak lari, tidak menunda, dan bersama rakyat menentukan arah Jepang.
Baca tanpa iklan