Ringkasan Berita:
- Presiden Rusia, Vladimir Putin menerima utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff di Moskow pada Kamis (22/1/2026) malam waktu setempat.
- Pertemuan itu membahas tentang rencana perdamaian AS untuk mengakhiri perang di Ukraina.
- Tetapi, Putin mengatakan "tidak ada gunanya berharap" untuk menyelesaikan perang tanpa penyerahan wilayah oleh Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin menerima utusan khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff di Moskow, Kamis malam (22/1/2026) waktu setempat.
Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari tiga setengah jam tersebut fokus membahas draf rencana perdamaian AS untuk mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Namun dalam pembicaraan itu, Putin mengatakan "tidak ada gunanya berharap" untuk menyelesaikan perang tanpa penyerahan wilayah oleh Ukraina.
"Kami tertarik untuk menyelesaikan (perang) melalui cara politik dan diplomatik," kata ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengutip The Kyiv Independent.
"Tetapi sampai itu terjadi, Rusia akan terus mengejar tujuannya di medan perang," lanjutnya.
Menurut Ushakov, Putin menegaskan kembali bahwa tidak ada penyelesaian yang mungkin tanpa menyelesaikan masalah "sesuai dengan formula yang disepakati di Anchorage", merujuk pada pertemuan Putin–Trump yang diadakan pada Agustus 2025.
Menjelang KTT Alaska tersebut, Kremlin telah menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari sebagian wilayah Donetsk dan Luhansk yang tidak sepenuhnya diduduki oleh Rusia.
Ushakov mengatakan Putin mengeluarkan "instruksi khusus" menjelang pembicaraan, menekankan bahwa perdamaian abadi tidak mungkin tercapai tanpa membahas wilayah dalam kerangka Anchorage.
Dia menambahkan bahwa para utusan AS memberi pengarahan kepada Moskow tentang "kesan langsung" mereka mengenai pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos pada hari yang sama, serta kontak mereka dengan sekutu-sekutu Eropa.
Pertemuan di Moskow berlangsung ketika Witkoff, yang menghabiskan sebagian besar minggu itu di Davos untuk Forum Ekonomi Dunia, mengisyaratkan optimisme yang hati-hati tentang pembicaraan tersebut.
Menjelang perjalanannya ke Rusia, ia mengatakan bahwa negosiasi telah mencapai tahap akhir dan "hanya tinggal satu masalah", tanpa secara terbuka menyebutkan poin yang menjadi kendala tersebut.
Baca juga: Putin-AS Bahas Perdamaian Rusia-Ukraina, Kremlin: Isu Teritorial adalah Kuncinya
"Kita sudah sampai di penghujung proses, dan saya sebenarnya optimis," kata Witkoff.
Keterlibatan Jared Kushner
Selain Witkoff, menantu Trump, Jared Kushner juga hadir dalam pertemuan di Moskow.
Mengutip Axios, munculnya Jared Kushner dalam pertemuan ini menarik perhatian banyak pihak.
Kushner, yang sebelumnya sukses menjadi arsitek Abraham Accords di Timur Tengah, kini diberi peran serupa untuk menjembatani kebuntuan antara Rusia dan Ukraina.
Sebelum terbang ke Moskow, Witkoff dan Kushner dilaporkan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan delegasi Ukraina di Florida untuk menyelaraskan proposal.
Meski demikian, Zelensky menyatakan sikap skeptisnya.
Dalam pidatonya, Zelensky menegaskan bahwa Rusia harus menunjukkan niat tulus melalui penghentian serangan udara sebelum negosiasi dianggap sah.
Meskipun ini bukan pertama kalinya Witkoff dan Kushner menemui Putin—setelah pertemuan serupa pada Desember lalu berakhir tanpa hasil konkret—atmosfer diplomasi kali ini dinilai lebih optimistis.
Washington berharap kehadiran Kushner, yang dikenal memiliki kedekatan personal dengan Trump, dapat melunakkan posisi tawar Moskow dalam negosiasi wilayah dan jaminan keamanan.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan