News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tak Sabar Ingin Segera Gabung Uni Eropa, Ukraina Malah Dapat Penolakan dari Jerman

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky nampaknya sudah tak sabar ingin segera bergabung dengan Uni Eropa (UE).
  • Hal tersebut terlihat dari pernyataan Zelensky yang menyatakan bahwa Ukraina akan bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 2027 mendatang.
  • Namun, tuntutan dari Zelensky ini mendapatkan penolakan dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz.

TRIBUNNEWS.COM - Seperti tak sabar ingin segera bergabung dengan Uni Eropa (UE), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sudah menetapkan tanggal bergabung dengan blok tersebut.

Zelensky mengatakan Ukraina akan bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 2027 mendatang.

Namun, tuntutan dari Zelensky ini mendapatkan penolakan dari Kanselir Jerman, Friedrich Merz.

Mengutip Russia Today, Merz menyatakan bahwa proses tersebut akan memakan waktu "beberapa tahun".

Kyiv, kata Merz, harus harus terlebih dahulu memenuhi kriteria keanggotaan sebelum bergabung dengan Uni Eropa.

"Akses Ukraina pada 1 Januari 2027 sama sekali tidak mungkin. Itu tidak mungkin," kata Merz.

"Semua kandidat – termasuk Ukraina – yang ingin bergabung dengan Uni Eropa harus memenuhi kriteria Kopenhagen," lanjutnya.

Kriteria Kopenhagen mensyaratkan lembaga demokrasi yang stabil, ekonomi pasar yang berfungsi, dan penerapan sejumlah besar hukum Uni Eropa.

Merz menekankan bahwa meskipun Ukraina memiliki prospek keanggotaan, integrasi adalah "proses jangka panjang".

Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini harus diberikan pada negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh AS di Abu Dhabi.

Merz menekankan bahwa meskipun Ukraina memiliki prospek keanggotaan, integrasi adalah "proses jangka panjang".

Baca juga: Perundingan Rusia-Ukraina Masih Alot, AS: Masalah Donetsk Sulit Diselesaikan

Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini harus diberikan pada negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung yang dimediasi oleh AS di Abu Dhabi.

Sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai, Ukraina telah berulang kali mendesak para pemimpin Eropa untuk memberikan jalur cepat bagi keanggotaan mereka.

Meski UE telah memberikan status kandidat kepada Ukraina pada Juni 2022, proses negosiasi teknis biasanya memakan waktu bertahun-tahun, bahkan dekade.

Dampak pada Diplomasi Perdamaian

Beberapa analis politik di Berlin menilai pernyataan Merz ini bertujuan untuk meredam ekspektasi yang terlalu tinggi dari pihak Kyiv.

Di tengah upaya perundingan damai trilateral yang melibatkan Amerika Serikat dan Rusia di Abu Dhabi baru-baru ini, Jerman tampaknya ingin menjaga keseimbangan agar posisi Uni Eropa tetap kuat tanpa terburu-buru mengambil risiko yang dapat membebani blok tersebut secara finansial dan politik.

Merz juga menggarisbawahi bahwa jaminan keamanan bagi Ukraina seharusnya dibahas dalam kerangka kerja sama militer dan diplomatik yang lebih spesifik, seperti melalui "Coalition of the Willing" (Koalisi Negara yang Bersedia), dan bukan secara otomatis menjadi tanggung jawab Uni Eropa sebagai lembaga.

Mengutip The Kyiv Independent, Merz bahkan menyoroti masalah korupsi dan perlunya sinkronisasi sistem hukum Ukraina dengan standar Eropa masih menjadi hambatan besar yang memerlukan waktu pengerjaan yang panjang.

Sikap Merz ini menunjukkan pergeseran nada diplomasi Berlin yang kini lebih mengedepankan pragmatisme dibandingkan retorika politik semata.

Kendati Jerman tetap menjadi salah satu penyokong militer dan finansial terbesar bagi Kyiv, Merz menegaskan bahwa urusan keanggotaan UE adalah masalah prosedural yang berbeda.

Para analis politik menilai bahwa pernyataan ini juga bertujuan untuk meredam kekhawatiran di dalam negeri Jerman mengenai beban ekonomi yang mungkin timbul jika negara sebesar Ukraina bergabung dengan Uni Eropa terlalu dini.

Meskipun pintu bagi Ukraina tetap terbuka, pesan dari Berlin kali ini sangat jelas: jalan menuju Brussels masih panjang dan penuh dengan tantangan birokrasi yang tidak bisa dilompati begitu saja.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini