Menurut konstitusi Iran, ia secara langsung menunjuk kepala sejumlah lembaga pemerintahan terpenting, mulai dari kepala peradilan dan panglima tertinggi angkatan bersenjata hingga direktur radio dan televisi milik negara serta yayasan ekonomi milik negara (bonyad) .
Di antara lembaga-lembaga pemerintah yang berafiliasi dengan Pemimpin Tertinggi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dipandang sebagai lembaga yang paling kuat.
Lembaga ini merupakan kartel ekonomi terbesar di Iran dan terdiri dari badan-badan yang berpengaruh seperti Badan Intelijen IRGC, Pasukan Quds (cabang ekstrateritorial IRGC), dan Basij (salah satu pasukan paramiliter terbesar di dunia). Dengan semua persenjataan militer, keamanan, propaganda, dan ekonominya, IRGC lebih berpengaruh daripada ulama.
Peran penting ulama dalam rezim Iran tidak boleh diabaikan.
Menurut konstitusi, sejumlah posisi tertinggi dalam sistem politik Iran diperuntukkan bagi ulama. Misalnya, kepala lembaga peradilan, anggota Majelis Pakar (yang bertugas menunjuk pemimpin berikutnya), dan setidaknya enam dari dua belas anggota Dewan Penjaga Konstitusi haruslah ahli hukum Syiah.
Dewan yang berkuasa ini bertugas menyetujui semua rancangan undang-undang yang disahkan oleh parlemen, serta menyetujui kualifikasi semua kandidat untuk pemilihan presiden, parlemen, dan Majelis Pakar.
Dewan Penjaga Konstitusi juga memiliki wewenang untuk menyetujui hasil pemilihan presiden, parlemen, dan Majelis Pakar.
Namun, peran para ulama dalam lembaga-lembaga pemerintahan yang disebutkan di atas tidak dapat dipandang terpisah dari peran Pemimpin Tertinggi.
Misalnya, kepala lembaga peradilan dan enam anggota ahli hukum dari Dewan Penjaga diangkat langsung oleh Pemimpin Tertinggi (enam anggota lainnya adalah pengacara dan dinominasikan oleh kepala lembaga peradilan dan kemudian dipilih oleh parlemen).
Perwakilan Pemimpin Tertinggi di berbagai provinsi Iran adalah contoh lain dari ulama berpengaruh yang ditunjuk oleh pemimpin tersebut.
Mereka seringkali lebih berpengaruh daripada gubernur jenderal dan juga bertugas sebagai pemimpin salat Jumat di ibu kota provinsi.
Meskipun demikian, kekuasaan mereka disebabkan oleh hubungan mereka dengan pemimpin, bukan karena posisi mereka sebagai ulama.
(oln/khbrn/iw/*)
Baca tanpa iklan