News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Krisis Bahan Bakar di Kuba karena Tekanan AS, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM – Kuba, negara kepulauan di Karibia bagian utara yang dulunya menjadi destinasi favorit banyak negara, kini hampir lumpuh akibat sanksi Amerika Serikat.

Puluhan penerbangan dari dan ke Havana serta bandara Kuba lainnya dibatalkan setelah otoritas penerbangan negara itu memperingatkan bahwa tidak ada bahan bakar yang tersedia untuk bulan depan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuba telah mengeluarkan peringatan baru mengenai pemadaman listrik di seluruh pulau.

Beberapa di antaranya berlangsung lebih dari 24 jam akibat kekurangan bahan bakar untuk generator.

Mengutip The Independent, berikut lima hal yang perlu diketahui tentang krisis bahan bakar ini.

1. Pemicu Krisis Bahan Bakar

Pada awal Januari lalu, setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pasokan utama minyak Kuba mulai terganggu.

Pemasok dari Meksiko sempat menutupi kekurangan tersebut.

Namun, dalam perintah eksekutif yang mulai berlaku pada 30 Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menyatakan:

“Kebijakan, praktik, dan tindakan pemerintah Kuba secara langsung mengancam keselamatan, keamanan nasional, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.”

Trump mengatakan bahwa tarif hukuman akan dikenakan pada negara mana pun yang secara langsung atau tidak langsung menjual atau memasok minyak ke Kuba.

Akibatnya, pasokan minyak ke Kuba semakin menipis.

Baca juga: PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Kuba Jika Pasokan Energi Terhenti akibat Blokade Minyak AS

2. Berdampak pada Penerbangan

Kuba memiliki jumlah penerbangan yang relatif sedikit, dan kini penerbangan tersebut semakin langka.

Otoritas penerbangan Kuba memperingatkan dalam Pemberitahuan kepada Misi Udara (NOTAM) bahwa “bahan bakar Jet A1 tidak tersedia” mulai pukul 05.00 GMT pada Selasa, 10 Februari, hingga waktu yang sama pada Rabu, 11 Maret.

Peringatan ini berlaku untuk bandara-bandara di Havana, Varadero, Santiago de Cuba, Holguin, Santa Clara, Cayo Coco, dan lainnya.

Akibat kondisi tersebut, Air Canada membatalkan seluruh program mingguan yang mencakup 32 penerbangan antara bandara di Kanada dan Kuba.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini