News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Laporan Terbaru Kematian Kurt Cobain - Netanyahu Desak AS Serang Iran

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam pertemuan di Kota Teheran, Iran, pada 10 Februari 2026, para pejabat militer China memberikan miniatur atau replika skala pesawat tempur siluman Chengdu J-20 “Mighty Dragon” kepada rekan mereka dari Iran.

Laporan menyebutkan bahwa para atase militer asing yang berbasis di Teheran menghadiri pertemuan dengan Brigadir Jenderal Bahman Behmard, Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF), dalam rangka perayaan Hari Angkatan Udara.

Liputan media lokal hanya mengungkapkan sedikit tentang acara tersebut, tetapi foto-foto resmi memperlihatkan para pejabat memegang model skala pesawat tempur J-20 generasi kelima.

19FortyFive.com, media analisis yang berfokus pada isu militer, pertahanan, dan keamanan nasional, menilai bahwa otoritas China secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan kerja sama militer yang lebih besar antara kedua negara.

Mengapa J-20 Penting

J-20 merupakan jet tempur generasi kelima andalan China yang menawarkan jangkauan jauh, avionik canggih, serta kapasitas persenjataan besar yang terintegrasi dalam desain siluman.

Pesawat ini dirancang untuk menembus pertahanan udara modern dan memperebutkan superioritas udara melawan pesaing setara, serta mewakili salah satu upaya paling agresif China untuk menutup kesenjangan kemampuan teknologi militernya dengan Amerika Serikat.

J-20 juga terus memperoleh kemampuan baru.

Pada Januari 2026, China mengungkapkan kemampuan terbaru dari varian J-20S dalam sebuah acara pers yang menandai peringatan 15 tahun penerbangan pertama J-20.

Para pejabat mengumumkan bahwa varian terbaru ini mampu melakukan serangan presisi terhadap target maritim.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Zelenskyy Terima Usulan AS, Bahas Donbas yang Diselisihkan Rusia-Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.450 pada Kamis (12/2/2026).

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Kyiv telah menerima tawaran Washington untuk mengadakan putaran pembicaraan lain antara delegasi Ukraina dan Amerika di Amerika Serikat minggu depan mengenai upaya mengakhiri perang Rusia terhadap Ukraina. 

Menurutnya, pertemuan ini dijadwalkan pada tanggal 17 atau 18 Februari, tetapi belum diketahui apakah pihak Rusia akan hadir.

Zelenskyy mengatakan, belum diketahui apakah pihak Rusia akan menyetujui negosiasi di Amerika Serikat. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini