News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Eks Dubes RI: Kematian Khamenei Tak akan Buat Rezim Iran Bubar

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel-Amerika Serikat (AS).
  • Meski begitu, Dubes RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit menyebut, kematian Khamenei tidak akan menyebabkan rezim Iran bubar.
  • Menurut Dian, Dewan Pakar Iran yang terdiri dari sejumlah ayatullah akan menentukan pengganti Khamenei.

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit menyebut, kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tak akan menyebabkan rezim Iran bubar.

"Dengan terbunuhnya Ayatullah Ali Khamenei tidak berarti dengan sendirinya rezim Islam Iran bubar. Tidak berarti akan ada pergantian pemimpin Iran dengan seorang berasal dari luar entitas Islam Iran," tutur Dian dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Minggu (1/3/2026).

Menurut Dian, Dewan Pakar Iran yang terdiri dari sejumlah ayatullah akan menentukan pengganti Khamenei.

"Sekarang yang pasti bekerja adalah Dewan Pakar-nya Iran yang terdiri dari tujuh orang ayatullah senior untuk menentukan penggantinya. Selama ini proses semua sistem tetap berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC akan tetap berada dalam kondisi siap bertempur dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dian juga menilai, kematian Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.

"Saya tadinya membayangkan perang kali ini juga tidak akan lama karena sekadar uji coba. Tapi buat saya dengan kejadian konfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, ceritanya agak berubah lagi bahwa perang mungkin lebih lama karena pasti Iran lebih mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada di berbagai front untuk lebih diarahkan kepada sasaran-sasaran yang lebih tertuju."

"Sehingga perang mungkin akan lebih lama, tapi yang pasti tetap akan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi," ucap Dian.

Sikap Presiden Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pembunuhan terhadap Ayatullah Ali Khamenei.

Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamanei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Ia menyebut, kematian Khamenei akan menjadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. 

Baca juga: Lebih 200 Warga Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS, Garda Revolusi: Balasan Terkuat Segera Datang

Menurutnya, Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad. Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataannya yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran.

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah." 

"Darah suci pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, pada Minggu.

Presiden Iran juga menegaskan bahwa pemerintahannya, dengan dukungan bangsa Islam dan masyarakat dunia yang disebutnya sebagai “kaum bebas”, akan memastikan para pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut menyesal atas tindakan mereka.

Selain pernyataan politik yang keras, Pezeshkian mengumumkan penetapan tujuh hari hari libur nasional serta 40 hari masa berkabung sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Khamenei.

Diberitakan sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan.

Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.

(Tribunnews.com/Deni/Chaerul)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini