TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan drone ke pusat data Amazon di Bahrain dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA).
Kantor Berita Fars, Rabu (4/3/2026), menjelaskan serangan itu dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana pusat data itu mendukung intelijen dan militer musuh-musuh Iran.
Amazon Web Services (AWS), divisi komputasi cloud Amazon, mengakui sebuah drone menghantam di dekat salah satu fasilitasnya di Bahrain.
“Serangan-serangan ini telah menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memerlukan pemadaman kebakaran yang mengakibatkan kerusakan air tambahan,” bunyi pernyataan AWS, dikutip dari CNN.
Mengapa pusat data jadi salah satu target utama?
Serangan ke pusat data ini bukan acak, tetapi bersifat strategis.
Sudah menjadi klise bahwa data adalah minyak baru.
Dan jika data adalah minyak baru, maka pusat data adalah kilang minyaknya.
Iran menargetkan kilang minyak raksasa Saudi, Aramco , hanya beberapa hari sebelum menargetkan pusat data AWS di Teluk.
Pusat data membutuhkan investasi miliaran dolar.
Hal itu menjadikannya target utama serangan karena melumpuhkan infrastruktur bisnis adalah salah satu tujuan utama dari setiap perang.
Ada tiga alasan utama mengapa situs-situs perusahaan teknologi besar menjadi sasaran.
Pertama, dampaknya terhadap investasi bisnis.
Kedua, potensi kerusakan pada operasi militer yang berfokus pada informasi.
Ketiga, kemungkinan akan menyerang puluhan organisasi bisnis yang bergantung pada pusat data tersebut.
Serangan ke jantung cloud AWS
Iran melakukan serangan terhadap unit cloud Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab.
Baca tanpa iklan