Sebuah ledakan di dekat pusat data lain di Bahrain menyebabkan beberapa kerusakan pada pusat data tersebut.
Akibat serangan terhadap layanan cloud, AWS menghadapi beberapa kesulitan seperti pemadaman listrik dan kerusakan struktural, yang memaksa perusahaan untuk mematikan sebagian infrastrukturnya.
Serangan Iran terhadap unit komputasi awan tersebut mengakibatkan kerusakan yang lebih ringan, menurut pernyataan resmi perusahaan.
Amazon menyarankan pelanggannya yang bergantung pada layanan cloud yang terdampak untuk mencadangkan data mereka, karena pekerjaan pemulihan sedang berlangsung.
Pusat data sebagai investasi besar
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, pusat data membutuhkan investasi besar.
Misalnya, Microsoft mengumumkan investasi hampir $8 miliar di Uni Emirat Arab dari tahun 2026 hingga 2029 untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.
Setahun yang lalu, kawasan Teluk dipuji sebagai pusat AI besar berikutnya.
Selama kunjungan empat harinya ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump membantu mengamankan lebih dari $2 triliun dalam bentuk janji investasi, memposisikan kawasan ini untuk menjadi pusat AI global bersama AS dan Tiongkok.
Namun anggapan bahwa kawasan Teluk menyediakan stabilitas politik, pendanaan, dan keamanan kini sedang diuji setelah serangan Iran terhadap pusat data AWS.
Setelah serangan Iran, saham Amazon turun 2,7 persen dalam perdagangan prapasar pada hari Selasa.
Perusahaan teknologi telah menginvestasikan sejumlah besar uang, bertaruh pada Timur Tengah, dan serangan Iran ini dapat mengguncang kepercayaan mereka.
Penggunaan AI dalam Operasi Militer
Militer AS menggunakan AI Claude milik Anthropic dalam perencanaan serangan terhadap Iran.
Para ahli berpendapat bahwa penggunaan AI membantu mempersempit target dan meningkatkan efektivitas serangan.
AS dan Israel dilaporkan menyerang hampir 900 target di Iran dalam 12 jam pertama, yang hampir mustahil dilakukan tanpa penggunaan alat AI, menurut laporan di The Guardian.
Militer modern sangat bergantung pada pusat data untuk mengumpulkan intelijen, untuk komunikasi, untuk mensimulasikan dan mempersempit target.
Baca tanpa iklan