TRIBUNNEWS.COM - Kekhawatiran baru muncul di Timur Tengah seiring eskalasi perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Mesir memperingatkan bahwa runtuhnya Iran justru dapat membuka jalan bagi Israel untuk semakin bebas menggunakan kekuatan militernya dan membentuk ulang peta kekuatan kawasan.
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah operasi militer besar-besaran Israel di berbagai wilayah Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Yaman, dikutip dari The National.
Sejumlah analis menilai rangkaian operasi tersebut menunjukkan kemampuan Israel memperluas pengaruh militernya di kawasan.
Di mata para pengamat keamanan Mesir, melemahnya Iran—yang selama ini menjadi salah satu kekuatan penyeimbang terhadap Israel—dapat membuat negara Yahudi itu semakin dominan di kawasan.
Beberapa politisi dan analis di Kairo bahkan memperingatkan bahwa jika Iran benar-benar runtuh akibat perang, Israel bisa menjadi kekuatan militer yang nyaris tanpa penantang di Timur Tengah.
Sejumlah analis militer Mesir menilai Israel saat ini tengah memanfaatkan momentum konflik untuk memperluas pengaruh strategisnya di kawasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan militer Hamas di Gaza, melemahkan Hizbullah di Lebanon, serta melakukan serangan terhadap target militer di Suriah dan kelompok Houthi di Yaman.
Serangkaian operasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di Mesir bahwa Israel dapat menggunakan kekuatan militernya untuk membentuk ulang tatanan geopolitik Timur Tengah.
Sebagian analis bahkan memperingatkan kemungkinan Israel memperluas kehadiran militernya di kawasan strategis, termasuk wilayah Laut Merah atau kawasan yang berdekatan dengan Mesir.
Seorang mantan jenderal Mesir, Samir Farag, mengatakan jika Iran runtuh, Israel dapat menjadi kekuatan militer yang tidak lagi memiliki pesaing utama di kawasan. Ia bahkan menyebut Mesir bisa menjadi satu-satunya negara yang tersisa untuk menyeimbangkan kekuatan Israel di Timur Tengah.
Kekhawatiran Soal “Greater Israel”
Baca juga: Media Israel: Tel Aviv Jajaki Cara untuk Mundur dari Perang Lawan Iran, UEA Sudah Gabung Perang?
Di tengah ketegangan tersebut, pernyataan sejumlah politisi Israel mengenai konsep “Greater Israel”—wilayah yang secara historis disebut membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat—turut memicu kecemasan di Mesir.
Wacana tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa Israel memiliki ambisi geopolitik yang lebih luas jika rival-rival regionalnya melemah.
Meski demikian, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi berusaha menenangkan publik dengan menegaskan bahwa keamanan negaranya tetap terjaga.
Baca tanpa iklan